Ibu Obesitas tapi Anak Stunting. Kok Bisa?

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Feri Fenoria Rifa'i

UNAIR NEWS – Permasalahan gizi ganda terjadi ketika terdapat masalah kurangnya gizi yang mengakibatkan seseorang menjadi stunting (tinggi badan anak lebih pendek dibanding anak normal,red). Dan masalah gizi berlebih sehingga mengakibatkan seseorang menjadi obesitas pada waktu yang bersamaan.

Trias Mahmudiono S.KM., MPH (Nutr.), GCAS, Ph.D menjelaskan bahwa permasalahan gizi ganda dapat terjadi pada tiga level. Pertama pada level populasi, kemudian pada level keluarga dan terakhir pada level individu.

Pada level populasi, sebagian penduduk mengalami obesitas dan penduduk yang lain mengalami stunting. Kemudian pada level keluarga, dalam satu keluarga terdapat anggota yang mengalami obesitas dan ada yang mengalami stunting. Sementara pada level individu, masalah gizi ganda cenderung pada masalah kelebihan gizi makro dan kekurangan gizi mikro.

“Pada level individu, seseorang bisa mengalami kelebihan gizi makro seperti karbohidrat yang mengakibatkan dia menjadi obesitas sekaligus orang tersebut juga mengalami kekurangan gizi mikro seperti kekurangan zat besi, vitamin atau mineral,” jelas Trias.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Trias, ditemukan data bahwa di Surabaya angka kejadian anak yang mengalami stunting adalah 36.4 persen. Kemudian, angka kejadian ibu dengan obesitas adalah 70.2 persen. Sementara itu, ibu obesitas yang memiliki anak stunting adalah 24.7 persen.

Pada penelitian tersebut juga didapatkan kesimpulan bahwa masalah gizi ganda berhubungan dengan ketahanan pangan. Dan rumah tangga dengan ketahanan pangan rendah sangat berhubungan dengan masalah gizi ganda pada keluarga. Yaitu kondisi ibu yang obesitas namun anak mengalami stunting.

Selain melakukan penelitian, juga diberikan edukasi gizi kepada sasaran. Yaitu untuk para ibu, disarankan untuk meningkatkan konsumsi sayur dan buah. Asupan makanan yang kaya serat agar kenyang lebih lama. Ibu yang obesitas juga disarankan untuk meningkatkan aktivitas fisik.

Sementara untuk anak-anak, disarankan untuk lebih banyak diberikan makanan tinggi protein. Seperti ikan, telur dan hati ayam.

“Jangan terbalik karena makanan seperti telur, ikan dan hati ayam bisa membuat ibu mengalami asam urat. Selain itu, makanan tersebut juga tinggi lemak sehingga dapat menyebabkan obesitas,” pungkas Trias.

Penulis : Galuh Mega Kurnia

Editor : Khefti Al Mawalia  

Reference :  Mahmudiono, T. et al., 2018. Household Food Insecurity as a Predictor of Stunted Children and Overweight/Obese Mothers (SCOWT) in Urban Indonesia. Nutrients, 10(5), pp. 1-16.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29701632

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu