Madu Terbukti Ampuh Cegah Osteoporosis

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Feri Fenoria Rifa'i

UNAIR NEWS – Osteoporosis saat ini menjadi salah satu masalah kesehatan global. Bahkan, Osteoporosis telah menjadi 10 penyakit degeneratif teratas di dunia oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pasien osteoporosis memiliki peningkatan resiko patah tulang 2 hingga 3 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan tulang normal jika terjadi trauma ringan. Selain itu, pasien osteoporosis juga berisiko mengalami patah tulang, cacat, bahkan ketergantungan pada orang lain, dan gangguan psikologis.

Diketahui, penurunan kepadatan tulang pada penderita osteoporosis berlangsung progressif selama beberapa tahun tanpa menunjukkan gejala klinis yang jelas. Sehingga sering kali diabaikaan oleh penderita osteoporosis dan baru diketahui setelah terjadi patah tulang.

Meskipun kekurangan esterogen merupakan penyebab osteoporosis, penggunaan suplemen hormon esterogen dinilai berisiko. Jika digunakan dalam jangka panjang, suplemen hormon esterogendapat memicu kanker payudara, kanker endometrial, dan perdarahan pada organ reproduksi. Maka dari itu, perlu adanya terapi alternatif yang memiliki efek samping minimal.

Dilatarbelakangi permasalahan tersebut, Dr. Ira Sari Yudaniayanti, MKes., drh., melakukan sebuah penelitian. Hasilnya menggembirakan, ternyata madu lebah Apis dorsataberpotensi besar menjadi obat anti-osteoporosis. “Madu mengandung α-Cyclodextrin yang memiliki efek prebiotik menurunkan aktivitas penyerapan jaringan tulang,” jelasnya.

Penelitian yang dilakukan dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) itu telah diujikan pada hewan tikus yang diambil indung telurnya sebagai model menopouse. Sehingga terjadi penurunan esterogen secara drastis dan memicu osteoporosis.

Dari hasil penelitian, diketahui suplemen madu Apis dorsata dapat menghambat penurunan ketebalan tulang kortikal dan memperbaiki kerusakan tulang. Sehingga tulang tidak mudah patah. “Pemberian madu 2g/Kg berat badan terbukti mampu mencegah penurunan densitas tulang dan meningkatkan kekuatan tulang sehingga tidak mudah patah atau retak,” katanya.

Selain itu, madu mengandung flavonoid; lebih dari 150 polifenol seperti asam fenol; flavonols; catechins dan derivat asam cinnamic. Flavonoid tersebut bekerja sebagai anti oksidan dan anti inflamasi sehingga dapat melindungi kerusakan sel tulang. Flavonoid juga dapat memicu peningkatan aktivitas pembentukan osteoblast dan menekan jumlah osteoclast dengan memperkuat kinerja imunitas tulang.

Pada akhir, Ira melanjutkan, jika konsumsi madu diimbangi dengan olahraga dan gaya hidup sehat, bukan tidak mungkin banyak manfaat yang didapat. “Konsumsi madu sebaiknya juga diimbangi dengan latihan melompat karena dapat meningkatkan alkali fosfatase dan serum kalsium sebagai penanda metabolisme tulang,” saran dia. (*)

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor: Nuri Hermawan

Reference: Yudaniayanti IS, Primarizky H, Nangoi L, Yuliani GA (2019) Protective effects of honey by bees (Apis dorsata) on decreased cortical thickness and bone impact strength of ovariohysterectomized rats as models for menopause, Veterinary World, 12(6): 868-876. Link                  : https://www.researchgate.net/publication/333945470_Protective_effects_of_honey_by_bees_Apis_dorsata_on_decreased_cortical_thickness_and_bone_impact_strength_of_ovariohysterectomized_rats_as_models_for_menopause

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu