Sinematografi UNAIR Tunjukkan Eksistensi Lewat Cinemabangga 2019

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ARKA Films, salah satu tim produksi Sinematografi UNAIR yang raih juara 1 dalam Lomba Video Cinemabangga 2019. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk membangun kesadaran dalam memajukan bangsa, utamanya dalam lingkup kampus. Direktorat Pendidikan Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) Universitas Airlangga (UNAIR) turut berperan dalam membangun kesadaran tersebut melalui lomba video Cinemabangga yang rutin diadakan setiap tahun.

Sinematografi UNAIR pun turut berpartisipasi dalam lomba tersebut dan tak tanggung-tanggung ia meraih beberapa kategori juara. Salah satunya adalah film pendek berjudul “Mulai” yang diproduseri oleh Tiyus, sapaan akrab Nur Syania Wahyuningtyas, mahasiswi Bahasa dan Sastra Inggris (Sasing), Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR.

Lomba video Cinemabangga 2019 mengangkat tema Optimisme Mahasiswa Universitas Airlangga Bagi Kemajuan Bangsa. Mengusung cerita tentang seorang sutradara yang ingin membuat film mengenai seseorang yang tidak dapat menemukan kejujuran di sekitarnya dan mengaitkannya dengan dunia sebenarnya, film itu berhasil mendapatkan juara 1.

“Singkatnya sih tentang seseorang yang pengen bikin film tentang mencari kejujuran,” ujar Muhammad Naufal Shabri Rifansa yang akrab dipanggil Naufal, sutradara sekaligus penulis naskah film tersebut.

Menurutnya, memulai sesuatu yang positif dari diri sendiri merupakan salah satu bentuk optimisme dalam memajukan bangsa. Alasannya mengangkat isu tentang kejujuran yaitu ia terinspirasi dari salah satu cerita anekdot seorang filsuf.

Antusiasme mahasiswa UNAIR terlihat dari jumlah video yang diikutkan dalam Cinemabangga 2019. Terhitung sebanyak 111 video yang bersaing untuk mendapatkan posisi juara.

Dalam proses pembuatan film, Naufal mengaku tidak banyak mengalami kesulitan. Baik selama proses pra produksi, syuting, hingga post produksi.

“Mungkin permasalahannya syuting yang molor (tidak sesuai jadwal),” ungkap mahasiswa Sasing 2017 tersebut ketika ditanya tentang kesulitan selama pembuatan film.

Film itu memakan waktu produksi selama dua hari untuk syuting dan seminggu untuk proses editing. Naufal juga menjelaskan bahwa seluruh kru dalam tim produksinya berasal dari anggota Sinematografi UNAIR.

Selain film itu, terdapat dua film lainnya dari Sinematografi UNAIR yang berhasil memperoleh juara dalam ajang Cinemabangga 2019. Keduanya memperoleh juara pada kategori Juara Favorit yang dapat ditonton di akun youtube MKWU Universitas Airlangga.

Dua film tersebut yaitu berjudul Demokrasi oleh Bramantio Ghany Suryoleksono, mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) angkatan 2018. Film Demokrasi menceritakan tentang proses pindah memilih di UNAIR beberapa waktu lalu.

Kemudian sebuah film pendek dokumenter berjudul A Short Documentary Perpustakaan Onthel Prasojo, karya Muhammad Aji Oktabrian (FIB). Film tersebut berisi tentang perjalanan Yunaz Karaman (FIB) dalam mendirikan Perpustakaan Onthel Prasojo. (*)

Penulis : Inas Hanifah

Editor : Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu