Modifikasi Kandungan Kimia Tanaman dengan Metode Kultur Jaringan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Pelatihankulturjaringan.com

Kultur Jaringan Tanaman (KJT) adalah metode kultivasi bagian atau organ tanaman yang bebas dari mikroba pada media sintesis yang steril. Sistem KJT dapat dibedakan menjadi : kultur kalus, kultur suspensi, kultur embrio, kultur pucuk, kultur akar, kultur plantlet, kultur protoplas, kultur haploid, kultur sel tanaman amobil, dan kultur tanaman berambut. Menurut teori sel Schawn dan Schleiden, setiap sel merupakan unit terkecil kehidupan yang mampu melakukan aktivitas metabolisme, reproduksi, dan tumbuh. Teori ini mendasari teori totipotensi sel yang dikemukakan oleh Haberlandt, bahwa sel tumbuhan bila ditanam pada media yang sesuai, akan mampu memproduksi senyawa kimia seperti tanaman induknya.

Dengan meningkatkanya kebutuhan akan bahan kimia alami yang berasal dari kandungan kimia untuk pemenuhan produksi bahan obat, teknik KJT ini merupakan salah satu solusi untuk hal tersebut. Teknik budidaya tanaman dengan metode KJT ini menawarkan banyak kelebihan antara lain tidak bergantung pada variasi geografis, variasi musim, dan faktor lingkungan sehingga dapat dihasilkan produk seragam secara berkelanjutan. Keuntungan lain dari teknik ini adalah kita dapat melakukan manipulasi pada kultur jaringan untuk mendapatkan kandungan kimia tertentu yang diinginkan.

Tanaman Solanum mammosum, yang dikenal dengan nama lokal terong susu diketahui mengandung beberapa senyawa kimia yang sangat bermanfaat untuk kesehatan, misalnya senyawa solasodin yang merupakan bahan utama untuk pembuatan pil KB. Kultur jaringan tanaman terong susu yang dikembangkan di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga ternyata dapat menghasilkan senyawa lain, yaitu asam betulinat. Kandungan asam betulinat pada kultur jaringan Solanum mammosum ini baru pertama kali dilaporkan, dan ternyata asam betulinat ini tidak terdapat pada tanaman asalnya. Senyawa asam betulinat telah dilaporkan oleh beberapa peneliti dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Potensi ekstrak kultur jaringan terong susu sebagai antikanker saat ini sedang diteliti lebih lanjut.

Penulis : Suciati

Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada tulisan kami di

http://journal.ui.ac.id/index.php/science/article/view/11044

Silvy Juliana, Suciati Suciati, Gunawan Indrayanto. Sterol and Triterpene Profiles of the Callus Culture of Solanum mammosum

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu