Infeksi HIV/AIDS risiko tingkatkan penyakit periodontal

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Borneo Post

Penyakit periodontal adalah suatu infeksi maupun keradangan yang terjadi pada jaringan penyangga gigi atau jaringan periodontal. Jaringan periodontal terdiri dari beberapa lapisan yang dapat menopang gigi agar tetap berdiri tegak dan kuat di dalam mulut. Bersamaan dengan penyakit sistemik lainnya, infeksi virus HIV/AIDS juga memiliki dampak pada jaringan periodontal di rongga mulut sehingga menyebabkan keradangan yang disebut periodontitis. Keradangan jaringan periodontal behubungan dengan interaksi antara sistem imun host (manusia) dengan mikroorganisme (bakteri) yang patogen dengan jaringan periodontal, serta plak yang menempel pada permukaan gigi dan gusi. Proses keradangan ini mengakibatkan kerusakan pada attachment atau perlekatan jaringan peridontal tersebut pada gigi. Dengan adanya infeksi HIV/AIDS, kerusakan yang terjadi akan semakin parah.

Infeksi HIV/AIDS adalah salah satu penyakit yang telah menyerang banyak orang di dunia. Data yang diperoleh dari UNAIDS tahun 2016, sebanyak 36.7 juta orang di seluruh dunia terjangkit virus HIV dan merenggut 1 juta nyawa. Faktor resiko penyebab terjadinya infeksi HIV/AIDS salah satunya adalah perilaku seksual seperti homoseksual, seks bebas, dan penggunaan jarum suntik non-steril pada pengguna obat. Transmisi virus HIV/AIDS dapat ditularkan melalui tindakan seksual, transfusi cairan tubuh misalnya darah, cairan genital, juga air mata, saliva, dan keringat.

Jawa Timur, merupakan Provinsi dengan penderita HIV/AIDS terbanyak kedua setelah DKI Jakarta, dengan jumlah penderita 19,249 jiwa. Kota Surabaya yang berada di Jawa Timur juga menjadi perhatian. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Sememi, sebanyak 673 warga menderita AIDS, yang dilaporkan disebabkan oleh perilaku seks bebas di daerah tersebut (67%). Pada tahun 2017, tercatat sebanyak 60 warga Sememi yang berperilaku homoseksual (LGBT) dan sebelas orang diantaranya adalah penderita HIV positif.

Literatur yang menyebutkan bahwa penyakit periodontal sangat rentan terjadi pada penderita HIV/AIDS, namun data di Puskesmas Sememi mengenai kesehatan rongga mulut penderita HIV/AIDS masih sangat minim, terutama data mengenai penyakit periodontalnya. Untuk itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara penyakit periodontal dan infeksi HIV/AIDS pada penderita HIV/AIDS di Wilayah Kerja Puskesmas Sememi, Surabaya.

Studi ini dilakukan pada komunitas LGBT di daerah Puskesmas Sememi, Surabaya. Responden berjumlah 30 orang, yang mana 20 nya adalah transgender, dan 10 sisanya adalah pelaku homoseksual. Dari total 30 responden, 16 diantaranya adalah penderita HIV/AIDS positif. Responden diberikan kuesionair terkait identitas diri, seperti usia, jenis kelamin, dan status kesehatan. Data tersebut akan ditabulasi silang dengan hasil pemeriksaan rongga mulut dan periodontal, diantaranya pemeriksaan OHI-S, status xerostomia, dan pemeriksaan periodontal (pocket status, Bleeding on Probong, dan Loss of Attachment) yang diukur untuk mengetahui kondisi jaringan periodontal.

Dari hasil, diperoleh data bahwa lebih dari 50% responden yang merupakan anggota komunitas LGBT di daerah Sememi memiliki kasus xerostomia (produksi air liur/saliva yang rendah), serta memiliki kelainan pada jaringan periodontalnya. Hasil ini sejalan dengan teori yang mengatakan bahwa penyakit periodontal juga dipengaruhi oleh kelainan sistemik tubuh, termasuk infeksi HIV/AIDS. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa status kesehatan jaringan periodontal pada komunitas LGBT di Sememi tergolong buruk, yang ditandai oleh hasil pemeriksaan jaringan periodontal.

Penulis : Dr. Titiek Berniyanti, drg., M.Kes

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di

https://www.actamedicaphilippina.org/article/10730-relationship-between-hiv-aids-and-periodontal-health-status-among-population-at-high-risk-of-hiv-aids

Berniyanti T, Setijanto RD, Hariyani N, Romadhoni SF. Relationship Between HIV/AIDS and Periodontal health Status among Population at High Risk ofHIV/AIDS. Acta Med Philippina 2019;53(5):412-416

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu