Melawan Stigma Radikalisme dalam Dakwah Bersama SEMIOTIK SKI FISIP UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PARA peserta SEMIOTIK FISIP UNAIR yang diadakan pada Minggu (20/10/19). (Foto: Istimewa)
PARA peserta SEMIOTIK FISIP UNAIR yang diadakan pada Minggu (20/10/19). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Dewasa ini kata dakwah sering diasosiasikan dengan beberapa pengaruh buruk seperti radikalisme. Padahal, dakwah sendiri pada hakikatnya menjadi jalan bagi agama Islam untuk menyebarkan ajaran Islam yang benar dan dengan cara damai. Karena itu, dalam rangka meningkatkan pemahaman terhadap dakwah, mahasiswa SKI FISIP UNAIR menggelar seminar dan pelatihan keislaman bertajuk SEMIOTIK 2019.

Acara  yang digelar di Aula Akhwat Masjid Nuruzzaman, Kampus B UNAIR, tersebut secara keseluruhan dihadiri oleh 40 mahasiswa FISIP. Mengambil tema “LDK is the Right Choice, You are the Chosen One” tersebut membawa konsep acara selayaknya pelatihan dan pesertanya pun akan tersertifikasi. LDK sendiri merupakan Lembaga Dakwah Kampus yang kegiatannya juga dinaungi universitas.

Aninditya Putri selaku ketua pelaksana SEMIOTIK mengungkapkan urgensi dari pengadaan pelatihan dakwah tersebut. “Alasan diadakannya acara ini pertama karena kami melihat kalau dakwah kampus belakangan kurang diminati. Pun diperparah dengan beredarnya isu-isu salah seperti radikalisme dan lain-lain. Padahal, acara dakwah kampus yang diadakan UKM KI maupun SKI fakultas itu dinaungi universitas. Para petinggi universitas dan fakultas pun juga paham isi acara kami,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut, mahasiswa dibekali ilmu kedakwahan melalui pelatihan, seminar, dan forum group discussion (FGD). Setelah mendapat materi dari seminar, tahapan FGD difokuskan untuk internalisasi materi melalui diskusi bersama di antara para peserta maupun pemateri.

Materi-materi yang disampaikan sendiri mencakup pemahaman mendalam terhadap syahadat, hadits, hingga kiat-kiat penyebaran agama islam yang baik dan benar. “Kami juga mendorong skill peserta melalui penugasan hafalan juz ama, asmaul husna, al-haditz, hingga public speaking. Kami di samping itu turut mengundang alumni dan para pegiat dakwah kampus,” jelas Anin.

Dari kegiatan itu, diharapkan SKI FISIP dapat menghasilkan output utama di antaranya mampu mencetak kader-kader dakwah kampus yang terkualifikasi, menumbuhkan semangat kebersamaan dan silaturahmi, serta peningkatan softskill berorganisasi bagi pengurus SKI FISIP.

“Kami harap acara tahunan ini akan membuat para mahasiswa sadar akan pentingnya peran dakwah dalam meningkatkan religiusme mahasiswa. Karena sekali lagi kami menekankan bahwa stigma radikalisme dalam dakwah islam hanya dapat dilawan melalui pemahaman konkrit atas dakwah itu sendiri,” pungkasnya. (*)

Penulis: Intang Arifia

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu