Intervensi Laser Terapi pada Perawatan Ortodonti

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi ortodonti. (Sumber: http:smileworks.id)

Perawatan ortodonti bertujuan untuk merapikan gigi dan fungsi pengunyahan serta estetik dentofasila yang menyenangkan. Perawatan ortodonti tidak lepas dari gigi-gigi di dalam rahang untuk dapat di gerakkan sesuai dengan lengkung gigi yang normal. Untuk menggerakkan gigi selalu digunakan kekuatan tekanan pada mahkota yang nantinya diteruskan melalui ligament periodontal. Hal ini dapat menyebabkan respons dari tubuh suatu inflamasi yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan nyeri.

Untuk mengurangi rasa nyeri tersebut dapat digunakan beberapa obat sebagai anti nyeri namun obat tersebut dapat berdampak/menghambat laju pergerakan gigi yang diinginkan. Untuk itu, diperkenalkan laser sebagai anti nyeri dan dapat juga mempercepat pergerakan gigi ortodonti.

Laser yang dipakai dalam terapiutik dan rehabilitatif berkekuatan rendah  memiliki kemampuan photobiomodulasi sel dikenal dengan terapi laser intesitas rendah atau Low Intesity Laser Therapy (LILT). LILT memiliki daya rendah 1mW – 500 mW, mempunyai lebar spektrum sempit merah atau dekat inframerah antara 600 nm – 1000 nm dapat meningkatkan regenerasi jaringan, mengurangi keradangan dan menurunkan rasa nyeri akut atau kronis. LILT digunakan untuk terapi di bidang kedokteran masa kini, khususnya di bidang kedokteran gigi (Ortodonti), penggunaan LILT sebagai biostimulasi atau biomodulasi karena dapat mempengaruhi aktifitas biologis melalui energi yang diteruskan, pada intensitas tertentu dapat menghasilkan panas.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis mekanisme biostimulasi terapi laser intensitas rendah (LILT) sebagai terapi ajuvan dalam perawatan ortodontik sebagai cara mempercepat remodeling tulang dengan mengubah faktor pertumbuhan β1 (TGF-β1), bone alkaline phosphatase (BALP), dan ekspresi osteocalcin (OSC).

Bahan dan metode metode eksperimen analitik yang menggabungkan posttest hanya mengacak desain kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 24 Cavia porcellus jantan berusia 3 hingga 4 bulan dengan berat antara 300 dan 500 g dibagi menjadi tiga kelompok (kelompok 1: kontrol, kelompok 2: menerima perawatan ortodontik, dan kelompok 3: menerima perawatan ortodontik dengan iradiasi LILT).

Biostimulasi LILT dengan dosis 4 joule / cm2 dilakukan setiap hari selama 3 menit pada labial-distal labial-palatal dari dextra pertama dan insisivus sinistra selama 2 minggu. Ekspresi TGF-β1, BALP, dan OSC menjadi sasaran analisis imunohistokimia. Analisis varian dengan beberapa perbandingan, uji perbedaan signifikan jujur ​​Tukey, tes Kruskal-Wallis, dan uji Wilcoxon-Mann-Whitney semua dilakukan (p <0,05).

Hasil Ekspresi TGF-β1 secara signifikan berbeda (p = 0,047; p <0,05) di daerah ketegangan, tetapi tidak di sisi kompresi (p = 0,154; p> 0,05). Ekspresi BALP berbeda secara signifikan baik dalam ketegangan (p = 0,009) dan daerah kompresi (p = 0,005; p <0,05). Ekspresi OSC secara signifikan berbeda (p = 0,034; p <0,05) di sisi ketegangan, tetapi tidak di daerah kompresi (p = 1,194; p> 0,05).

Kesimpulan Biostimulasi LILT dapat meningkatkan ekspresi TGF-β1, BALP, dan OSC selama pergerakan gigi ortodonti. (*)

Penulis: Ida Bagus Narmada

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://www.thieme-connect.com/products/ejournals/html/10.1055/s-0039-1688655#N69665

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu