Ahli UNAIR Teliti Strategi Peningkatan Persalinan pada Fasilitas Kesehatan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Sampai dengan saat ini Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKIB) masih menjadi masalah kesehatan utama dunia. Tercatat, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada 2015  AKIB di Asia Tenggara mencapai 164 kematian per 100,000 kelahiran hidup. Sedangkan AKIB di Indonesia masih berada di kisaran 305 per 100,000. Hal itu, masih sangat jauh dari target Sustainable Development Goals (SDGs) untuk mencapai angka di bawah 70 kematian per 100,000 kelahiran hidup pada tahun 2030. 

Untuk itu, Ferry Efendi RN, M.Sc, Ph.D., selaku dosen FKp UNAIR melakukan penelitian tentang faktor yang berkaitan dalam pemilihan faskes bersalin. Hal tersebut, lanjutnya, bertujuan untuk merepresentasikan kondisi di Indonesia.

“Kami mengevaluasi bagaimana determinan yang menentukan bagaimana ibu memutuskan untuk bersalin di faskes di wilayah Indonesia,” ujarnya.

Dosen yang akrab disapa Ferry itu juga mengatakan, bahwa penelitian yang ia lakukan menggunakan data Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012. Pada saat eksplorasi data pada penelitian itu, SDKI 2012 dipilih karena data SDKI 2017 belum resmi dirilis.

“Hal ini dilakukan atas pertimbangan kesahihan data yang akan digunakan,” jelasnya.

Data SDKI, sambung Ferry, merupakan bagian dari International Demographic Health Survey (IDHS) yang diselenggarakan oleh Inner City Fund. Yang mana, tandasnya,  pengambilan datanya dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia berkerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Eksplorasi kami mengklasifikasikan wilayah perkotaan dan pedesaan di setiap propinsi. Kami membatasi sampel yang dilibatkan dalam proses analisis kepada wanita yang telah menikah dan dalam rentang usia 15 sampai 49 tahun,” ujarnya.

Selanjutnya, Ferry juga mengungkapkan bahwa implikasi temuan pada penelitian yang ia lakukan, menekankan bahwa program pelayanan kesehatan ibu harus diperluas dan dipromosikan. Terlebih, untuk menyentuh kelompok wanita yang termasuk dalam kategori miskin, tinggal di daerah pedesaan, dan dengan mengkampanyekan persalinan aman yang sensitif terhadap kearifan lokal.

Pada akhir, ia juga menegaskan, strategi yang berfokus pada peningkatan kualitas kunjungan kehamilan sangat direkomendasikan. Mengingat, hal itu turut menentukan ibu untuk memilih faskes sebagai layanan utama dalam membantu persalinan yang aman.

“Kami menyadari bahwa upaya peningkatan kesejahteraan ibu dan anak pada persalinan turut dipengaruhi oleh ketersediaan, pemanfaatan, dan kualitas fakses. Karenanya koordinasi lintas sektoral untuk meningkatkan prediktor dalam penelitian ini menjadi strategi utama untuk menurunkan AKIB, yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi di Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

Editor : Khefti Al Mawalia

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://www.hindawi.com/journals/tswj/2019/9694602/

Ferry Efendi, Ani Rihlatun Ni’mah, Setho Hadisuyatmana, Heri Kuswanto, Linlin Lindayani, and Sarni Maniar Berliana, “Determinants of Facility-Based Childbirth in Indonesia,” The Scientific World Journal, vol. 2019, Article ID 9694602, 7 pages, 2019. https://doi.org/10.1155/2019/9694602.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu