Perpustakaan Umum Berpotensi Menjadi Portal Pengetahuan Terciptanya Inovasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Kreatifitas dan inovasi merupakan kunci utama kesuksesan suatu bangsa. Inovasi sendiri dapat tercipta ketika seseorang memiliki akses terhadap sebuah pengetahuan.

Melalui pengetahuan, seseorang sangat mungkin mendapatkan inspirasi yang dapat menjadi modal untuk penemuan baru. Namun, dinegara berkembang seperti Indonesia, tidak banyak lembaga penyedia informasi yang dapat dipercaya. Sebaliknya, terdapat kesenjangan akses terhadap sumber informasi dan penguasaan teknologi yang menjadi kendala dalam proses penciptaan inovasi.

Dosen Bidang Ilmu Perpsutakaan Universitas Airlangga (UNAIR), Nove Eka Variant Anna S.Sos., MIMS. mengatakan bahwa perpustakaan umum dapat menjadi sebuah portal pengetahuan bagi masyarakat. Namun, perpustakaan umum perlu bertransformasi dari lembaga penyedia informasi melalui website statis menjadi portal pengetahuan.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui 55 persen atau 19 perpustakaan umum di Indonesia tidak memiliki situs web. Padahal situs web merupakan modal dasar perpustakaan berubah menjadi sebuah portal pengetahuan.

“Saat ini, perpustakaan umum harus berubah menjadi pusat informasi. Banyak perpustakaan umum, masih fokus pada lokasi fisik. Perpustakaan harus memiliki visi yang lebih luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Dalam perannya sebagai sebuah portal pengetahuan, perpustakaan harus mampu menjadi tempat dimana pengetahuan dan inovasi tercipta. Selain itu, perpustakaan juga harus memfasilitasi pengguna untuk membuat ruang virtual seperti forum diskusi.

Untuk bertansformasi menjadi sebuah portal pengetahuan, beberapa perubahan yang perlu dilakukan. Mulai dari sumber informasi yang sebelumnya berbasis koleksi cetak menjadi koleksi digital, perubahan hak kepemilikan menjadi hak akses, serta mengubah website perpustakaan menjadi one stop shoping portal, dimana pengguna dapat mendapatkan informasi namun juga dapat berbagi pengetahuan dengan pengguna lainnya.

“Selanjutnya, pihak perpustakaan juga dapat dengan mudah untuk mengetahui kebutuhan pengguna melalui feedback yang mereka berikan,” ungkap dosen D3 Perpustakaan itu.

Perubahan itu, lanjutnya, juga mengharuskan perpustakaan tidak hanya sebagai penyedia koleksi bagi pembaca,tetapi juga mengelola bagaimana koleksi dapat digunakan untuk menghasilkan pengetahuan baru bagi pemberdayaan masyarakat.

Sejatinya perpustakaan umum sendiri berperan sebagai agen pembangunan dalam meningkatkan angka melek pengetahuan bagi masyarakat. Maka dari itu seluruh aspek yang ada harus mendukung dan mendorong perpustakaan umum untuk berubah dan menjadi aktif secara digital.

Dengan dukungan itu, sambungnya, perpustakaan dapat bergerak dan bertransformasi bersama di seluruh Indonesia. Sehingga mampu memberikan wadah terciptanya inovasi dan invensi pengetahuan secara merata bagi seluruh masyarakat.

“Mengingat perpustakaan umum tersedia di seluruh provinsi; kota; kabupaten; hingga desa,jika layanan perpustakaan umum secara digital dapat dimanfaatkan, maka akan mampu meningkatkan inovasi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor: Nuri Hermawan

Reference: Nove Eka Variant Anna (2018), Transformation of public library websites in Indonesia,LIBRARY HI TECH NEWS Number 8 2018, pp. 10-14, V C Emerald Publishing Limited, 0741-9058, DOI 10.1108/LHTN-02-2018-0011

Link                  : https://www.researchgate.net/publication/328390748_Transformation_of_public_library_websites_in_Indonesia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu