Career Day 2019, Bahas Pentingnya Organisasi untuk Hadapi Dunia Kerja

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
FANDI Achmad saat menyampaikan materi pada acara Prospect Vokasi Career Day 2019, Minggu (20/10/2019) di Aula Vokasi Gedung C. (Foto: Istimewa)
FANDI Achmad saat menyampaikan materi pada acara Prospect Vokasi Career Day 2019, Minggu (20/10/2019) di Aula Vokasi Gedung C. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Kementerian Perhubungan menggelar Prospect Vokasi Career Day 2019. Bertempat di Aula Vokasi Gedung C UNAIR, acara tersebut menghadirkan Drs. Tubiyono M.Si selaku dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) sekaligus koordinator kerja sama PPKK (Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan) UNAIR serta Fandi Achmad yang merupakan alumnus FV serta founder Aerglo Indonesia sebagai pemateri.

Acara yang dipandu Robin Ujianto dan Hanifah Zayyan tersebut dilaksanakan pada Minggu (20/10/2019) dengan tujuan agar mahasiswa lebih siap serta tahu kiat-kiat untuk menghadapi dunia kerja. ”Acara ini diadakan agar mahasiswa lebih siap dan tahu kiat-kiat untuk menghadapi dunia kerja,” ujar Aditya Nurjulian, ketua BEM FV 2019.

Acara tersebut tidak hanya memaparkan teori-teori tentang kiat-kiat menghadapi dunia kerja, tapi dilaksanakan pula workshop tentang teknik wawancara serta membuat Curriculum Vitae (CV) yang baik dan benar. Pada kesempatan kali ini, Fandi selaku pemateri mengatakan bahwa ketika menghadapi dunia kerja janganlah bangun mentalitas menjadi seorang karyawan atau pekerja tapi bentuklah mentalitas sebagai pengusaha.

“Janganlah kita (mahasiswa, Red) membentuk mentalitas sebagai karyawan atau pekerja. Bentuklah mentalitas sebagai pengusaha,” ujarnya.

Sebab, seorang pengusaha dapat memberikan lapangan pekerjaan kepada orang lain. Karena itu, keilmuan yang telah ditekuni bisa bermanfaat bagi orang lain. “Pengusaha dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Sehingga keilmuan yang kita dapat bisa bermanfaat bagi orang lain,” imbuhnya.

Dunia kerja dengan dunia perkuliahan tidaklah jauh berbeda. Namun, tekanan dalam menghadapi keduanya berbeda. Tekanan dalam dunia kerja tentu lebih tinggi daripada tekanan di bangku kuliah. Tekanan yang tinggi itu disebabkan di dunia kerja, seseorang akan menghadapi orang lain yang memiliki kepribadian bermacam-macam.

Hal yang harus dipersiapkan untuk menghadapi tekanan tersebut adalah mental. Mengikuti organisasi saat duduk di bangku kuliah menjadi sangat penting karena menjadi tempat pendidikan mental. Organisasi mengharuskan seseorang untuk bertemu banyak orang serta mengharuskan seseorang untuk melakukan diskusi. Diskusi yang dilakukan bukan hanya antar anggota organisasi, tapi juga dengan seseorang yang memiliki pengalaman serta keilmuan yang lebih.

Apabila seseorang tidak mencoba untuk melakukan diskusi dengan seseorang yang memiliki pengalaman serta keilmuan lebih, maka tidak akan ada perkembangan yang muncul pada diri seseorang tersebut. “Apabila tidak ada diskusi interaktif dengan orang yang memiliki ilmu lebih tinggi, maka tidak akan ada perkembangan di diri kalian (Mahasiswa, Red) terutama pada mental”, jelas Fandi.

Dunia kerja memandang seseorang yang memiliki pengalaman organisasi akan memiliki nilai lebih tinggi daripada seseorang yang belum memiliki pengalaman organisasi. Sebab kecakapan berbicara antara seseorang yang memiliki pengalaman organisasi dengan tidak, sangatlah berbeda. Kematangan manajemen konflik yang dimiliki seseorang yang memiliki pengalaman organisasi juga menjadi pembeda dengan yang lain. (*)

Penulis: Icha Nur Imami Puspita

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu