Memicri.id, Laman Inovasi Karya FISIP UNAIR yang Raih Best Presentation di UGM

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
DELEGASI FISIP saat mendapat penghargaan Best presentation pada POLGOV DAYS 2019 di FISIPOL UGM, Minggu (20/10/2019). (Foto: Istimewa)
DELEGASI FISIP saat mendapat penghargaan Best presentation pada POLGOV DAYS 2019 di FISIPOL UGM, Minggu (20/10/2019). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Politics and Government Days (POLGOV DAYS) 2019 merupakan kompetisi yang diadakan oleh Korps Mahasiswa Politik dan Pemerintahan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM). Kompetisis tersebut terdiri atas lomba debat, konferensi, dan lomba karya tulis ilmiah. Delegasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) berkesempatan menghadiri konferensi dalam acara POLGOV DAYS 2019.

Acara yang dilaksanakan pada 17 – 20 Oktober 2019 di FISIPOL UGM tersebut mengusung tema “Menilik Problematika Sosial Politik dalam Pemilu 2019”. Terdapat sembilan tim yang berhak mengikuti final dalam lomba konferensi. Yakni, Universitas Indonesia (UI), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Udayana (UNUD), Universitas Padjajaran (UNPAD) serta Universitas Airlangga (UNAIR).

Rizky Wijayanti, Lalu Ary Kurniawan Hardi, dan Marsya Martia menjadi delegasi FISIP UNAIR dalam acara tersebut. Tahap pertama yang harus dilalui adalah pengumpulan karya. Karya tersebut akan dipresentasikan saat konferensi mahasiswa nasional.

Delegasi FISIP UNAIR mengangkat subtema “Pemanfaatan Literasi Digital bagi Pemilih sebagai Upaya Mencegah Penyebaran Hoax”. Hal tersebut dipilih karena saat ini ada kecenderungan imortalitas bibit – bibit hoax yang sukar ditangani dan kian mengancam berjalannya proses perpolitikan di Indonesia.

“Kami (Delegasi FISIP UNAIR, Red) memilih tema tersebut karena mengingat adanya suatu kecenderungan imortalitas bibit–bibit hoax yang seakan–akan sulit untuk ditangani dan kian mengancam berjalannya proses perpolitikan di Indonesia,” ujar Rizky, salah seorang anggota delegasi.

Menurutnya, maraknya hoak politik di Indonesia menjadi ancaman tersendiri bagi pemilih pemula yang segmentasinya terbilang luas, namun umumnya belum memiliki pemahaman yang baik akan realita dan sistematika perpolitikan. Hal tersebut diperparah dengan fakta bahwa hingga saat ini proses sosialisasi dan edukasi politik di Indonesia mengalami kemandekan. Penyebabnya, absennya sarana sosialisasi politik yang tepat bagi pemilih pemula.

Jadi, muncul ide untuk membuat platform bernama Meme Comic Republik Indonesia (memicri.id).  Platform tersebut merupakan sarana sosialisasi perpolitikan dengan menggunakan media meme comic dalam bentuk literasi digital bagi pemilih pemula.

Seperti yang diketahui, saat ini meme comic lebih diminati oleh masyarakat luas. Platform tersebut yang menjadikan delegasi FISIP meraih best presentation. Bukan hanya itu, Lalu Ary juga mendapat predikat sebagai best delegate pada acara tersebut.

Rizky menjelaskan bahwa kunci utama dalam menghadiri konferensi adalah persiapan yang matang. “Kuncinya adalah persiapan, tanpa persiapan yang matang nantinya akan berpengaruh saat pelaksanaan”, ucapnya.

Selain itu, saat penulisan karya yang terpenting adalah cari sesuatu yang berbeda dari yang lain. Usahakan hasil dari penelitian menghasilkan solusi sehingga karya yang dihasilkan menarik. Saat presentasi pula harus menyusun strategi yang matang mulai dari tampilan presentasi serta penyampaian kepada juri. 

“Detail penyampaian harus diperhatikan mulai dari tampilan hingga penyampaian,” ujarnya.

“Sebagai pembuka juga dapat digunakan cara–cara kreatif seperti penyampaian puisi, pantun, menyanyi, atau nge-rap. Serta metode lain yang baru dan menarik,” pungkasnya. (*)

Penulis: Icha Nur Imami Puspita

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu