Dua Mahasiswa Presentasikan Optimalisasi Desa Wisata Digital di Malaysia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
FARIZ Ilham Rosyidi (kiri) dan Mega Pertiwi sedang mempresentasikan gagasannya di AYC 2019. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Daya tarik kota menjadi penyebab timbulnya arus urbanisasi di Indonesia. Hal itu dikarenakan kurangnya lapangan kerja di pedesaan dan mendorong masyarakat untuk berpindah ke perkotaan.

Masalah tersebut menjadi peluang Fariz Ilham Rosyidi dan Mega Pertiwi. Dua mahasiswa yang masing-masing berasal dari Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Airlangga (UNAIR) memberikan solusi berupa optimalisasi desa wisata lewat digitalisasi sebagai penyelesaian masalah urbanisasi di Desa Adat Kemiren, Banyuwangi.

Solusi yang mereka gagas tersebut mendapat sambutan hangat dalam acara ASEAN Youth Conference (AYC) 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia pada 12-13 Oktober 2019. Sebagai wakil UNAIR, mereka mampu mempresentasikan hasil penelitian dengan baik.

Fariz, salah satu perwakilan mengungkapkan alasan  mengangkat optimalisasi digital di Desa Kemiren adalah potensi daerah yang cukup untuk dikembangkan. Ia melihat bahwa penduduk lokal terutama pemuda disana (Desa Kemiren, Red) cukup potensial.

Menurut Fariz, daya tarik wisata Desa Kemiren yang sudah dikenal masyarakat Indonesia bahkan mancanegara adalah aset pembangunan perekonomian desa. Masyarakat disana tidak perlu lagi untuk merantau demi memperbaiki perekonomian.

“Optimalisasi digital seperti penginapan dan daerah wisata dengan aplikasi mampu meningkatkan penghasilan penduduk,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan data yang dihimpun dari BPS bahwa Indonesia merupakan salah satu negara di Asia dengan tingkat urbanisasi tertinggi. Diperkirakan pada tahun 2025, masyarakat yang tinggal di perkotaan mencapai 60 persen.

Bentuk upaya yang dilakukan pemerintah sebenarnya sudah ada, seperti menganggarkan dana desa sebesar 1 miliar setiap tahunnya. Namun kebijakan itu belum sepenuhnya berhasil, karena hanya menyasar pembangunan insfrastruktur dan belum mengembangkan sumber daya manusia secara mandiri.

Gagasan yang ia presentasikan di AYC juga bertujuan menekan urbanisasi lewat percontohan desa wisata digital. Percontohan desa wisata digital menurutnya adalah wadah pengembangan perekonomian yang merata dan selaras dengan kearifan lokal lewat platform promosi wisata digital.

Ia berharap gagasan yang diberikan mampu memberikan saran kepada pemerintah untuk mewujudkan desa wisata yang terintegrasi dengan digitalisasi antar wilayah. Dalam pembangunan jangka panjang nantinya akan menjadikan ekonomi desa dapat mandiri dan  menjadi percontohan dunia seperti yang diharapkan pemerintah.(*)

Penulis: Aditya Novrian

Editor : Khefti Almawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu