Membaca Kiat dan Peluang Investasi Saham dalam UASTEC 2019

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SUASANA seminar UASTEC 2019 di Aula Mindrowo pada Jumat (18/10/19). (Foto: Vicky)
SUASANA seminar UASTEC 2019 di Aula Mindrowo pada Jumat (18/10/19). (Foto: Vicky)

UNAIR NEWS – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan mahasiswa terhadap dunia saham, Himpunan Mahasiswa (HIMA) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis menggelar seminar UASTEC. Acara yang digelar di Aula Mindrowo FEB tersebut diisi oleh Linarto Wijaya selaku stock analyst dan capital market research.

Linarto dalam materinya mengusung tema utama Get Started and Learn The Basic at Stock Exchange yang menekankan pengenalan awal dan kiat sukses dalam dunia saham. Linarto kemudian membukanya dengan motivasi sederhana dari 10 orang terkaya di Indonesia dan dunia.

“Kalian tahu Jeff Bezos, orang terkaya di dunia. Dia tidak mendapat gelar tersebut semata-mata karena profit yang didapat dari Amazon, melainkan karena harga dan kepemilikan saham Amazon yang tinggi,” jelasnya.

Linarto kemudian dengan tegas mengatakan bahwa saham merupakan salah satu instrumen investasi terbaik. Hal tersebut akan terwujud apabila para pelaku saham tahu, belajar, dan memahami dunia saham.

“Saham seperti yang kalian tahu dapat disamakan dengan tanda kepemilikan kita di perusahaan atau perusahaan terbuka. Naik turun nilai saham tergatung pada tingkat jual dan beli saham,” ujar Linarto yang kemudian menjelaskan situasi pasar saham di Indonesia yang pada dasarnya disebut sebagai surga dunia oleh para investor.

Return IHSG (Indeks Harga Saham Global) Indonesia itu salah satu yang tertinggi di dunia. Sepuluh besar. Tapi sayangnya banyak rakyat Indonesia yang belum tahu akan peluang tersebut. Hal ini bisa menjadi bomerang jika seluruh saham Indonesia dikuasai investor asing,” ungkap wealth planner tersebut.

Poin yang kemudian perlu diperhatikan sebelum bermain saham adalah cash flow. Tanpa adanya cash flow yang lancar, kita tidak akan pernah bisa menjaga saham kita dengan aman. Karena masalah pada aliran dana pribadi dapat membahayakan kelangsungan saham yang dimiliki.

Linarto di samping itu juga menegaskan bahwa alur prediksi dunia saham tidak dapat dianalisis dengan logika, melainkan lebih memainkan emosi.

“Pergerakan saham itu erat kaitannya dengan situasi sosial dan politik. Pemerintah pernah menaikkan cukai rokok. Hasilnya? Nilai saham rokok saat itu anjlok hampir seketika. Lalu Trump, hanya dengan satu cuitannya di twitter mampu mengguncang pasar saham Amerika dan Asia,” kata Linarto.

Berdasar hal tersebut, Linarto mengingatkan para pemula agar mampu memprediksi risiko dan situasi eksternal. Kepekaan terhadap isu-isu sosial politik akhirnya juga menjadi kunci utama kesuksesan penanaman saham.

“Selain itu, usahakan untuk tidak berinvestasi pada satu bidang saja. Kalo satunya investasi ke perbankan satunya mungkin bisa ke bisnis. Karena sekali muncul masalah pada satu bidang tertentu, efeknya dapat menjangkiti semua nilai saham dalam bidang tersebut,” ungkapnya.

Agenda yang dihadiri oleh 70 mahasiswa dari berbagai macam prodi tersebut mengusung tema Creating Breakthrough Investment to Infinity. UASTEC sendiri merupakan serangkaian acara dari Manajamen Expo yang terdiri atas seminar, guest lecture, olimpiade, dan lain sebagainya. (*)

Penulis: Intang Arifia

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu