Bali Berperan Sebarkan HIV-1 di Manado, Sulawesi Utara

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Manado merupakan ibu kota dari provinsi Sulawesi Utara dengan jumlah penderita HIV terbanyak pada provinsi tersebut. Menurut Siti Qamariyah Khairunisa, S.Si., M.Si, atau Ria salah satu anggota tim peneliti HIV-1/AIDS dan Institute of Tropical Disease (ITD) UNAIR, subtype HIV-1 terbanyak di Manado sama seperti mayoritas subtype HIV-1 di Indonesia. Yaitu CRF01_AE sebanyak 84.1%. 

“Setidaknya beberapa subtype HIV-1 di Manado. Yaitu CRF01_AE, subtype B, subtype CRF07_BC dan rekombinasi antara CRF01_AE dengan CRF02_AG,” jelas Ria.

Perbedaan antara berbagai subtype tersebut berada pada susunan materi DNA. Pada penelitiannya, peneliti menggunakan metode atau teknik polymerase chain reaction (PCR).

Teknik PCR itu sendiri merupakan sebuah metode untuk memperbanyak DNA secara enzimatik tanpa menggunakan organisme. Kemudian dilanjut dengan analisis menggunakan teknik sequencing DNA atau pengurutan DNA dan dicocokkan pada data meteri genetik di GenBank.

Selain itu, penelitian juga berlanjut pada deteksi asal masuknya virus dengan subtype CRF01_AE ke Manado. Dengan menggunakan metode phylogenetic analyses dihasilkan indikasi bahwa subtype tersebut berasal dari Bali.

“Diperkirakan virus tersebut masuk ke Manado pada sekitar tahun 1990, red,” lanjutnya.

Kedepannya, diharapkan terus dilakukan studi surveilans untuk mengidentifikasi sumber-sumber yang berpotensi menyebarkan HIV. Dan juga untuk mengidentifikasi rute transmisi dari subtype CRF01_AE di Indonesia dan mengembangkan efektifitas terapi pada pasien HIV.

Selain identifikasi subtype dan rute transmisinya, diharapkan pemerintah juga bisa membuat kebijakan  untuk menerapkan cek resistensi pada penderita HIV. Dengan begitu, ketika ada pasien terdeteksi resistensi, maka pasien tersebut bisa mendapatkan terapi yang sesuai untuknya.

“Meskipun HIV belum ada obatnya, tapi paling tidak dengan terapi yang tepat dapat membuat kondisi jadi lebih baik dan dapat memperpanjang umur pasien,” pungkas Ria.

Penulis : Galuh Mega Kurnia

Editor : Khefti Al Mawalia

Reference :  Ueda, S., Witaningrum, A. M. & Khairunisa, S. Q., 2018. Genetic Diversity and Drug Resistance of HIV-1 Circulating in North Sulawesi, Indonesia. AIDS RESEARCH AND HUMAN RETROVIRUSES, 00(00), pp. 1-7.

Link : https://www.liebertpub.com/doi/10.1089/aid.2018.0221

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu