Tanggapi Gerakan Kurangi Sampah Plastik, BEM FKM UNAIR Gelar Acara Ngopi Yuk!

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SESI foto bersama antara peserta talkshow dengan narasumber acara Ngopi Yuk ! pada Rabu (16/10/19) di ruang kuliah satu FKM UNAIR. (Foto : istimewa)

UNAIR NEWS – Saat ini, Indonesia sedang gencar melakukan gerakan mengurangi sampah plastik. Terbukti dengan banyaknya masyarakat yang peduli dan mulai mengganti barang berbahan plastik dengan bahan lainnya. Misalnya kantong plastik yang penggunaannya sudah diganti dengan tote bag.

Menanggapi gerakan itu, Departemen Kajian dan Aksi Strategi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKM UNAIR menggelar talkshow dengan konsep Ngopi Yuk ! pada Rabu (16/10/19). Berbeda dari talkshow pada umumnya, konsep Ngopi dipilih karena mahasiswa bisa menikmati kopi yang diberikan panitia ketika acara berlangsung dan kopi menjadi ciri khas acara tersebut. Kegiatan itu dilaksanakan di ruang kuliah satu FKM UNAIR dengan mengusung tema “Kurangi Plastik, Akankah FKM Lebih Baik?”.

Khuliyah Candraning Dinayah S.KM., M.KL merupakan dosen FKM yang ahli dibidang kesehatan lingkungan. Dalam kesempatannya menjadi narasumber acara tersebut, ia mengatakan bahwa FKM telah melakukan gerakan kurangi plastik dengan cara membagikan tumblr kepada dosen dan tenaga kependidikan (tendik) sebagai pengganti botol plastik. Ke depan, diharapkan tumblr juga bisa diberikan kepada mahasiswa.

“Sementara yang diberikan tumblr untuk mengganti botol plastik itu masih dosen dan tendik, semoga teman-teman mahasiswa juga akan segera diberikan tumblr tersebut,” ucapnya.

Selain itu, gerakan kurangi plastik di FKM juga dilakukan oleh penjual minuman yang ada di kantin. Mereka tidak lagi menggunakan gelas plastik sebagai tempat minum dan menggantinya dengan gelas berbahan kertas.

Khuliyah juga menambahkan bahwa bahan plastik memiliki kandungan yang berbahaya bagi lingkungan. Dia menuturkan kandungan dioksin pada plastik yang dibakar sangat berbahaya bagi lingkungan, karena dapat menyebabkan pencemaran udara. Plastik yang ditimbun dalam tanah akan terurai menjadi mikroplastik dan hal tersebut juga membahayakan bagi lingkungan.

“Penelitian terbaru menemukan adanya mikroplastik. Mikroplastik berasal dari kantong plastik yang telah terurai di tanah dan uraiannya tersebut semakin berbahaya bagi lingkungan,” tuturnya.

Tidak hanya berbahaya bagi lingkungan, plastik juga berbahaya bagi kesehatan. Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah masyarakat Indonesia yang mengidap penyakit gagal ginjal semakin bertambah. Salah satu faktor penyebabnya karena penggunaan plastik di kehidupan sehari-hari.

“Sekarang ini memang pengidap gagal ginjal di Indonesia meningkat, tidak hanya diderita oleh orang yang sudah lanjut usia tetapi banyak anak-anak muda yang juga menderita gagal ginjal dan faktornya disebabkan oleh partikel plastik yang tercampur dalam air minum,” tambahnya.

Diharapkan, dengan adanya acara talkshow tersebut mahasiswa dapat menambah ilmu tentang hal-hal yang berhubungan dengan plastik dan mahasiswa dapat mengubah perilakunya untuk mulai mengurangi penggunaan plastik. (*)

Penulis : Dita Aulia Rahma

Editor : Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu