Memahami Seluk Beluk Kepenulisan Melalui School of Journalism

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PESERTA dan pemateri seusai acara pasa Kamis (17/10/19). (Foto: Intang Arifia)
PESERTA dan pemateri seusai acara pasa Kamis (17/10/19). (Foto: Intang Arifia)

UNAIR NEWS – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa mengenai kepenulisan dan jurnalisme, Lembaga Pers dan Penerbitan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (SEKTOR) menggelar School of Journalism (SOJ). Acara tersebut berfokus pada kolaborasi milenial dalam kata dan lensa di era digital.

Acara yang digelar di Aula Mindrowo FEB tersebut dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai angkatan dan fakultas. Anis (akuntansi 2018) sebagai penanggung jawab kegiatan membuka acara dengan menekankan bahwa SOJ merupakan program kerja tahunan yang dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan tentang kepenulisan dan fotografi.

Materi pertama kemudian diisi oleh Niswahikmah yang memiliki pengalaman sebagai penulis professional, baik berita maupun buku. Terhitung sebanyak tujuh buku dan berbagai publikasi berita telah Niswa terbitkan. Bahkan untuk tahun ini, Niswa berhasil menerbitkan tiga buku dalam kurun waktu Sembilan bulan. Untuk itu Niswa berbagi tips mengenai bagaimana metode tepat agar mahasiswa menjadi produktif dalam menulis.

”Yang pertama adalah do it. Ide-idemu hanya akan jadi barang usang jika tidak kalian ubah menjadi tulisan. Selain itu cari lingkungan yang mendukung passion kalian, entah pada organisasi maupun pertemanan. Ketiga jaga konsistensi dan terakhir fokus pasa kualitas dan bukan kuantitas dari tulisan,” ungkapnya.

Selain itu, Nikwah menyebutkan bahwa terdapat langkah-langkah yang dapat digunakan agar tulisan mudah diterima olek penerbit. “Jadikan KBBI sahabat kalian. Banyak penerbit yang enggan menerima naskah yang dari ejaan dan tata bahasanya berantakan. Maka sebisa mungkin kalian harus bisa menjadi penulis yang memahami tata Bahasa,” jelasnya.

Di samping itu, Nikwah juga menyoroti pentingnya untuk memahami gaya penulisan, genre, norma maupun peraturan yang dipakai oleh penerbit. Hal tersebut secara teknikal bisa memperbesar peluang agar naskah diterima. Selain itu dalam segi kepenulisan, penulis harus mampu meramu judul dan paragraf pertama yang menarik.

“Baik penerbit maupun pembaca biasanya memandang judul dan paragraph pertama sebagai penentu dan gambaran awal apakah naskah tersebut worth it atau tidak. Makanya, penting buat kalian secara cerdas memilih judul dan pembuka naskah yang menarik,” ucapnya.

Pada akhir materi, Nikwah kemudian turut mengingatkan tentang pentingnya pencatatan ide. Setiap kali terpikir tema maupun ide tertentu hendaknya penulis segera mencatatnya entah pada gawai maupun catatan. Agar kelak ide tersebut tidak terlupakan dan terbuang sia-sia.

Setelah itu, sesi dilanjutkan dengan materi fotografi oleh Okky Giovani selaku fotografer profesional. Membawakan judul materi Newbie Photography is A New Generation, Okky membuka materi dengan menjelaskan bahwa fotografi adalah keterampilan yang penting dimiliki dalam jurnalistik.

“Sebelum memfoto, cari referensi dahulu. Kalian mau foto apa, kamera mana yang sesuai. Jangan lupa pula dengan informasi yang mengikuti foto kalian,” ungkapnya.

Pada akhir acara, Okky menjelaskan foto juga mampu berbicara sebanyak yang dikatakan oleh tulisan. Maka dari itu foto menjadi instrumen yang penting dalam jurnalistik. (*)

Penulis: Intang Arifia

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu