Waspadai Penggunaan Berlebih Permen Pelega Tenggorokan (Lozenges)

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Dokter Sehat

Lozenges merupakan permen yang berfungsi untuk melegakan tenggorokan. Biasanya permen ini digunakan untuk mengusir rasa tidak nyaman atau rasa gatal pada tenggorokan. Hal yang perlu diperhatikan, meskipun lozenges ini dijual dan disebut sebagai “permen”. Lozenges juga mengandung bahan aktif seperti obat yang merupakan antiseptik dan anaesthesia lokal seperti menthol, peppermint oil, eucalyptol, methylsalicylic acid, thymol eucalyptus, amylmetacresol, dan dybenal.

Lozenges dijual bebas dan dapat kita peroleh tanpa resep dokter atau dokter gigi. Lozenges dapat membantu mengurangi gejala sakit tenggorokan, seperti pada kondisi tonsillitis, faringitis, laringitas dan radang tenggorokan. Berbagai bahan aktif terkandung didalam lonzenges. Pertama, antiseptik yaitu amylmetacresol dan dybenal untuk membunuh bakteri penyebab sakit tenggorokan dan inflamasi. Kedua, dekongestan yaitu mentol, peppermint oil, eucalyptol dan eucalyptus berfungsi sebagai decongestan untuk mendinginkan dan menyejukkan tenggorokan

Efek samping lozenges

Laporan mengenai efek samping lozenges belum banyak dilaporkan. Namun jika kita perhatikan dengan seksama pada kemasan lozenges, terdapat instruksi untuk tidak menggunakan lozenges secara berlebihan. Meskipun memiliki efek yang baik untuk melegakan tenggorokan, namun kandungan bahan aktif yang terdapat pada lozenges dapat menyebabkan iritasi dan keradangan pada lidah.

Lozenges bekerja melegakan tenggorokan dengan cara dihisap, tidak ditelan ataupun dibantu dengan air seperti obat pada umumnya. Proses menghisap permen ini membutuhkan waktu yang bisa dibilang tidak singkat. Permen dimasukkan kedalam mulut, kemudian permen tersebut, akan berkontak dengan lidah, dan dengan adanya air liur akan membuat permen tersebut mencair dan efek pelega tenggorokan akan didapatkan.

Saat proses menghisap permen, akan terjadi kontak antara permen dengan lidah dalam beberapa waktu. Sehingga bahan-bahan yang ada akan menimbulkan reaksi dengan permukaan lidah. Beberapa orang mungkin memiliki sensitivitas ataupun alergi terhadap kandungan lozenges. Amylmetacresol dan dybenal merupakan suatu bahan aktif yang memiliki pH rendah yaitu sekitar 2.2-5.8. Hal ini tentunya akan menimbulkan efek samping misalnya rasa kesemutan (tingling), mati rasa (numbness), sensasi menyengat (stinging), terbakar (burning sensation), dan perubahan rasa pengecap (altered sense of taste). Jika efek itu terjadi, biasanya akan menimbulkan rasa tebal dan tidak nyaman pada lidah.

Lebih lanjut, pada kondisi ini, kandungan bahan aktif yang memiliki pH rendah tersebut akan menyebabkan hilangnya papilla lidah. Sehingga akan menyebabkan lidah menjadi kemerahan dan biasanya akan disertai dengan keluhan rasa perih atau nyeri. Kondisi ini apabila dibiarkan maka akan mengganggu saat makan bahkan akan berpotensi menimbulkan kondisi radang pada lidah yang parah yang dikenal dengan istilah glossitis. Kondisi lain yang mungkin timbul adalah timbulnya infeksi jamur pada daerah lidah yang kemerahan.

Apa yang Perlu Kita Lakukan Jika Hal Ini Terjadi?

Sebenarnya kondisi ini tidak berbahaya, namun sudah pasti akan mengganggu apabila kita makan-makanan yang pedas, panas dan berbumbu tajam. Sehingga akan timbul rasa tidak nyaman sampai rasa nyeri. Jika hal ini terjadi maka segera kunjungi dokter gigi dan segera hentikan penggunaan lozenges. Dokter gigi akan memberikan obat kumur atau obat oles yang dapat mengurangi rasa nyeri seperti benzydamine hydrochloride (Tantum verde), triamcinolone acetonid (kenalog), atau obat kumur antiseptic seperti povidone iodine 1% (betadine obat kumur). Hal yang tidak kalah penting adalah hentikan penggunaan lozenges, konsumsi makanan yg pedas, asam, ataupun berbumbu tajam dapat menimbulkan rasa nyeri. Penggunaan obat kumur atau obat oles sesuai instruksi dan instruksi diatas, akan mempercepat proses penyembuhan dan area berwarna kemerahan pada lidah akan menghilang.

Penulis: Meircurius Dwi Condro Surboyo, drg., M.Kes dan Prof. Dr. Diah Savitri Ernawati, drg., MSi., SpPM(K)

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

http://www.jioh.org/article.asp?issn=0976-7428;year=2019;volume=11;issue=5;spage=323;epage=328;aulast=Surboyo

Meircurius Dwi Condro Surboyo, Diah Savitri Ernawati, Adiastuti Endah Parmadianti. (2019). Glossitis mimicking median rhomboid glossitis induced by throat lozenges and refreshment candies. Journal of International Oral Health; 11(5): 323-328;

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu