PC IMAKAHI UNAIR Tingkatkan Kesadaran Kasih Sayang Terhadap Hewan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PEMERIKSAAN hewan dan pemberian vaksin gratis di Food Junction, Minggu (13/10/19). (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Hari Rabies Sedunia adalah sebuah kampanye global yang diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 28 September. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencegahan dan pengendalian penyakit rabies, PC IMAKAHI (Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan) UNAIR mengadakan acara WRAD 2019 (World Rabies And Animal Day): Celebrate to Donate.

WRAD 2019 dilaksanakan pada Minggu (13/10/2019) di Food Junction, Surabaya Barat. Rangkaian kegiatan tahun ini meliputi vaksin dan pemeriksaan hewan gratis, lomba mewarnai untuk PAUD dan TK, photo contest, animal competition (sugar glider climbing dan sugar glider lahap), serta mini talkshow tentang Animal Welfare.

“WRAD ini tidak hanya digelar di Surabaya, juga digelar di PSDKU Banyuwangi,” ujar Rara Charytha selaku Ketua WRAD 2019.

Mini talkshow tahun ini bertemakan Responsible Pet Owner From Rabies and Commitment to be Pet Owner, dibawakan oleh Ruth Shebaria Butar Butar, S.H., M.Kn selaku Humas Komunitas Surabaya Animal Care dan Retno Prayudoyanti, drh selaku perwakilan RSH Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

Berbagai komunitas pecinta hewan seperti Sidoarjo Cat Community, Komunitas Pecinta Iguana, Exotic Community FKH UNAIR, dan Surabaya Parrot Lovers turut serta meramaikan acara.

Talkshow diawali dengan topik cara menjadi pemilik hewan (Pet owner) yang baik. Ruth menjelaskan, untuk menjadi pet owner yang baik bagi hewan peliharaannya, harus memperlakukan hewan peliharaannya dengan penuh kasih sayang. “Jika tindakan-tindakan pet owner masih dalam batasan wajar, ya masih dalam batas wajar. Jika terjadi full eksploitasi, maka sudah tidak wajar,” ujar Ruth.

Ruth Shebaria menjelaskan bahwa permasalahan hewan saat ini juga menyangkut populasi hewan yang berlebih (Overpopulation) serta animal abuse. ”Kalau melihat tindakan kekerasan terhadap hewan, jangan segan-segan dilaporkan,” jelasnya.

Materi kemudian dilanjut oleh drh. Retno dari Dinas Peternakan Jatim yang fokus tentang kesehatan hewan. Retno, sapaan akrabnya, mengawali dengan memberikan paparan Animal Walfare/ kesejahteraan hewan.

Animal walfare tidak terpenuhi, nutrisi tidak terpenuhi, imunitas menurun maka penyakit gampang masuk ke hewan,” tutur Retno.

Retno menambahkan, terdapat penyakit hewan yang biasanya menjangkiti kucing atau anjing, namun bisa menular ke manusia. Namanya penyakit stabiosis. Penyakit kulit yang disebabkan oleh parasite. Sementara penyakit stabiosis yang menular ke manusia bernama zoonosis.

“Setelah pegang hewan, segera cuci tangan agar tidak tertular,” pesan Retno. (*)

Penulis : R. Dimar Herfano Akbar

Editor    : Binti Q Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu