Bermula Isi Waktu Kosong, Alumni Psikologi Sukses Rintis Usahanya “Say it with Fleur”

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ADINDA Denisa dan Teman-Temannya sedang Membuat Buket Bunga Flanel. (Foto: Istimewa)
ADINDA Denisa dan Teman-Temannya sedang Membuat Buket Bunga Flanel. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Adinda Denisa, alumnus Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Airlangga (UNAIR) tahun 2019, kini berhasil berkarya dan sekaligus berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Dinda yang sejak kecil lihai dalam membuat kerajinan tangan kini berhasil merintis usahanya, yakni Say it With Fleur.

Usaha yang digandrungi Dinda adalah pembuatan buket bunga yang terbuat dari kain flannel. Buket itu  dapat menjadi kado wisuda, pernikahan, ulangtahun, dan sejenisnya. Menurut Dinda, dirinya merintis usaha tersebut sejak tahun 2017, tepatnya ketika kuliahnya sudah mulai longgar.

“Saat itu sedang musim sidang dan kebetulan saya juga sedang banyak waktu kosong. Jadi, saya melihat peluang tersebut dan mencoba membuat buket bunga dari flanel. Awalnya hanya saya tawarkan ke teman dekat dan rekan sefakultas, tapi berkat sosial media jadi banyak pesananan,” jelasnya.

Dinda juga mengakui saat kali pertama membuat buket bunga sempat menghabiskan modal awal 200 ribu. Hal itu dirasa terlalu banyak karena kesalahan pembelian kawat yang berbeda jenis. Namun, akhirnya setelah beberapa kali membuat buket, ia jadi bisa lebih baik memperkirakan bahan yang harus dibeli.

Setelah beberapa bulan berjualan, Dinda menerima banyak feedback positif dari pembeli. Itu tak lain berkat karyanya yang bagus dan disenangi banyak pelanggan. Ia mengaku sangat senang ketika mengetahui karyanya dapat menjadi sumber kebahagiaan untuk orang lain.

“Namun, tak bisa dipungkiri, saat itu saya juga masih menjadi mahasiswa. Jadi, terkadang harus menyeimbangkan waktu melayani pesanan pembeli dan membagi waktu kuliah. Pernah juga hanya tidur dua jam karena harus menyelesaikan pesanan pembeli dan menyelesaikan tugas kuliah,” tuturnya.

Ke depannya Dinda berencana memperluas usahanya supaya dapat membuka lapangan pekerjaan baru untuk orang lain. Sebab, menurutnya, dalam kehidupan harus saling menebar kebaikan dan memberikan manfaat kepada sesama.

Selain itu, berkat feedback positif yang sering diterimanya, hal tersebut membuat usahanya bertahan dan semakin eksis sejak tahun 2017 hingga sekarang. Dinda berpesan supaya mahasiswa UNAIR lainnya selalu bekerja keras, konsisten, cintai apa yang sedang dilakukan, dan jangan takut gagal. Sebab, kegagalan benar-benar memberikan pelajaran terbaik. (*)

Penulis: Muhammad Wildan Suyuti

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu