“Be Yourself” Kunci Sukses Jadi Duta Vokasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SESI foto bersama finalis Duta Fakultas Vokasi 2019. (Foto: Istimewa)
SESI foto bersama finalis Duta Fakultas Vokasi 2019. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Pemilihan duta memang merupakan program tahunan yang selalu dilaksanakan. Tak terkecuali Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR). Pada Minggu, 13 Oktober 2019 dilaksanakan grand final Duta Vokasi bertempat di Aula Vokasi Gedung A Lantai 3.

Cholilul Rochman selaku Duta Vokasi 2018 berkesempatan hadir pada acara kali ini dan sekaligus menjadi juri. Menurutnya duta itu memiliki arti yang luas. “Duta itu artinya luas. Duta itu merupakan representatif dari fakultas”, ucapnya. 

Seorang duta vokasi berbeda dengan duta dari fakultas lain. Banyak keberagaman yang melingkupi FV sendiri terbukti dengan dengan adanya 21 program studi yang dibagi menjadi 3 departemen berbeda, yakni departemen bisnis, departemen kesehatan, dan departemen teknik. Sehingga seorang duta vokasi juga dapat dikatakan sebagai miniatur dari FV itu sendiri.

“Selain sebagai representatif dari fakultas, duta itu juga miniatur dari fakultas itu sendiri,” ujarnya.

Seorang duta vokasi juga harus memiliki aspek 4B, yakni Beauty, Brain, Brave, dan Behavior. Aspek ini harus dijalankan seimbang untuk merepresentasikan fakultas itu sendiri. “Bedanya duta dengan yang lain bahwa seorang duta harus memiliki 4B, yakni Beauty, Brain, Brave, dan Behavior,” ujarnya.

“Semua aspek ini harus seimbang,” tambahnya.

Menjaga marwah adalah hal tersulit yang harus dilakukan oleh seorang duta vokasi. Ketika seseorang telah dinobatkan sebagai duta vokasi maka harus menyesuaikan diri. “Menjaga marwah itu yang paling sulit,” ungkapnya.

“Bagaimana menyesuaikan sebagai duta vokasi sendiri itu benar–benar berat,” paparnya.

Banyak tantangan yang harus dihadapi seorang duta vokasi. Salah satunya adalah bagaimana ia berdinamika untuk menyesuaikan diri sebagai seorang duta vokasi. Akan tetapi, ada tips untuk melewati tantangan yang ada “be yourself”. Sebab, bagaimana pun gelar seorang duta mengikuti pribadi bukan pribadi yang mengikuti gelar seorang duta. Jadi, harus ada penyelarasan antara dua hal tersebut.

“Kuncinya adalah be yourself,” ucapnya.

“Bagaimana pun, gelar duta itu mengikuti pribadi bukan pribadi yang mengikuti gelar duta. Jadi, ada penyelarasan di situ,” pungkasnya.

Menjadi duta vokasi tidaklah mudah. Banyak tahap-tahap yang harus dilalui agar menjadi seorang duta vokasi. Karena itu, seorang duta vokasi harus menjaga amanah yang telah dititipkan ke pundaknya sebagai contoh kepada mahasiswa vokasi itu sendiri. (*)

Penulis: Icha Nur Imami Puspita

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu