Usung Technology Early Warning System, Mahasiswa FST Juara II Festival Fisika di Samarinda

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
M. Rizaldy Bin Nuryasin bersama dengan M. Fajar Faliasthiunus P. menerima tropy juara II diajang LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah) Festival Fisika 2019 di Universitas Mulwarman, Samarinda, Kalimantan Timur Pada (5-6/10/19).(Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS Kembali salah satu Ksatria Airlangga menorehkan prestasi di kancah nasional. M. Rizaldy Bin Nuryasin bersama dengan M. Fajar Faliasthiunus P. mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) meraih Juara II di ajang LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah) Festival Fisika2019(5-6/10/19) yang dilaksanakan di Universitas Mulwarman, Samarinda, Kalimantan Timur.

Ide karya tulis mereka bermula dari permasalahan gempa bumi yang sering terjadi di Indonesia, yang seringnya disusul dengan tsunami. Dan hal itu dan tidak diiringi dengan teknologi early warning system yang mumpuni.

“Awalnya karena sering terjadi gempa bumi dan disusul tsunami, kayak tsunami Palu kemarin. Nah, hal itu nggak diiringi dengan teknologi early warning system yang mumpuni,” jelasnya.

Dari masalah tersebut, Rizaldy sapaa karibnya, membuat gagasan teknologi early warning system dengan mengembangkannya lagi terutama di IOT (Internet of Things).

“Ini sebenarnya project PKM (Program Kreativitas Mahasiswa, Reda). Nah untuk lomba ini kita kembangin lagi terutama di Internet of Things-nya,” jelas mahasiswa Fisika tersebut.

Rizaldy menyampaikan bahwa keluarganya sangat men-support penuh. “Selalu support sih, doa dari mereka yang juga selalu bikin semangat,” tambahnya.

Sementara itu, ia mengaku kesulitan yang didapat saat kompetisi adalah ketika persiapan lomba. Menurut Rizaldy, lomba tersebut bertepatan dengan UTS (Ujian Tengah Semester) sehingga membuatnya sedikit susah dalam melakukan persiapan. Tetapi, baginya semua harus maksimal, semua tantangan harus diselesaikan dengan tuntas, apapun hasilnya.

Ke depan karya tulis ilmiah (KTI) tersebut akan terus dikembangkan karena alatnya masih berupa skala laboratorium (prototype). Dan ke depan, rencananya akan dibuat skala aplikatif. Dengan kemenangan tersebut, Rizaldy berharap dapat mengembangkan alat tersebut dan menjadikannya pemicu semangat untuk mengikuti lomba-lomba selanjutnya.

Sebagai informasi tambahan, Rizaldy telah banyak menorehkan prestasi di bidang karya tulis. Seperti Juara II di LKTI Khatulistiwa Mining Fair di Universitas Tanjung Pura, Double Silver Medal di ajang Symposium in Creativity, Thailand. (*)

Penulis: Asthesia Dhea C.

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).