Tangkal Resistensi Antimikroba, Dra. Suzana Ciptakan Komposisi Senyawa Anti Bakteri

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Penyakit infeksi sampai saat ini masih menimbulkan efek yang luas kepada masyarakat. Menurut World Health Organization (WHO) penyakit infeksi menempati posisi kedua sebagai penyebab utama kematian di dunia. Infeksi turut menjadi penyakit dominan yang terjadi di negara berkembang. Banyak orang menderita penyakit dari mikroba Enterobacteria, meliputi Escherichia, Salmonella, Shigella dan Klebsiella.

Seiring dengan berkembangnya penyakit infeksi, Resistensi antimikroba (AMR) muncul sebagai salah satu tantangan kesehatan terbesar hampir di seluruh dunia. Persoalan resistensi antimikroba mulai menjadi isu kesehatan masyarakat yang semakin menyita perhatian publik. Resistensi antimikroba terjadi ketika mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur dan parasit mengalami perubahan. Sehingga obat-obatan yang digunakan untuk menyembuhkan infeksi akibat mikroorganisme menjadi tidak efektif. Hal itu dikarenakan mikroorganisme semakin sukar untuk disembuhkan.

Menurut WHO. masalah ini menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, termasuk di Indonesia. Problematika itu timbul akibat penggunaan antimikroba yang tidak bijak dan berujung pada tidak efektifnya terapi antimikroba. Dikutip dari Departemen Kesehatan RI disebutkan angka kematian akibat Resistensi Antimikroba sampai tahun 2014  sebesar 700.000 per tahun. Dengan semakin cepatnya perkembangan dan penyebaran infeksi bakteri, diperkirakan pada tahun 2050, kematian akibat AMR lebih besar dibanding kematian yang diakibatkan oleh kanker, yakni mencapai 10 juta jiwa.

Melihat kondisi itu, Dra. Suzana Apt., M.Si. selaku Dosen Fakultas Farmasi hadir memberi inovasi bagi perkembangan obat Resistensi Antimikroba (AMR). Dra. Suzana bersama Sulistyowati, Isnaeni, dan Budiati melakukan penelitian dengan judul “Synthesis, Docking Molecule and Antibacterial Activity of N’ – (4-Fluorobenzylidene)-4-hydroxybenzohydrazide and N’-(4-Fluorobenzylidene)-4-hydroxybenzohydrazide”.

“Penelitian saya menggunakan metode docking aktivitas molekul dan antibakteri guna menghasilkan derajat energi bebas yang semakin negatif,” ungkap Dra. Suzana.

Dra. Suzana megatakan metode docking atau penambatan molekuler merupakan metode untuk memprediksi kecenderungan suatu molekul ketika terikat satu sama lain guna membentuk satu kesatuan yang stabil. Docking dilakukan dengan basis komputer dan dilakukan untuk mencapai tatanan molekul yang optimal sehingga menghasilkan energi bebas. Metode docking berguna untuk untuk mempelajari seputar obat dan interaksi  protein dengan mengidentifikasi situs aktif yang cocok pada protein.

Sintesis senyawa N’ – (4-Fluorobenzylidene)-4-hydroxybenzohydrazide and N’-(4-Fluorobenzylidene)-4-hydroxybenzohydrazide terbukti mampu menangkal bakteri resisten. Melalui langkah penghancuran isi sel bakteri yang berefek pada kematian bakteri. 

Ia juga mengatakan peningkatan resistensi antimikroba disebabkan tidak hanya melalui penggunaan antibiotik pada manusia namun juga meliputi sektor pertanian, peternakan dan perikanan. Hal itu mengakibatkan infeksi pada hewan dan tumbuhan yang makin sulit untuk diobati.  Kemudian penyebaran kuman resisten dari binatang ternak dan kontaminasi makanan oleh bakteri resisten antibiotik dapat menginfeksi manusia agar kebal akan antibiotik.

Masalah resistensi antimikroba adalah masalah yang kompleks. Untuk itu diperlukan manajemen koordinasi lintas sektor antara kesehatan manusia, kesehatan hewan dan ketahanan-keamanan pangan dalam penanganannya agar menjadi komprehensif.

Sejauh ini dalam jurnal Dra. Suzana masih menggunakan dua bakteri dalam penelitiannya, meliputi bakteri gram positif dan gram negatif. Ia mengatakan akan lebih baik bila ada variansi penelitian uji dengan bakteri lain untuk hasil yang lebih maksimal.

“Harapan saya terdapat penelitian lebih lanjut dalam mengembangkan resistensi antimikroba melalui senyawa-senyawa beraktivitas tinggi yang mampu diuji dengan bakteri,” pungkasnya.

Penulis : Tunjung Senja Widuri

Editor : Khefti Al Mawalia

Detail tulisan penelitian ini dapat dilihat di

https://www.researchgate.net/publication/330217001_Synthesis_docking_molecule_study_and_antibacterial_activity_of_N’-4-Fluorobenzylidene-4-_hydroxybenzohydrazide_and_N’-4-Fluorobenzylidene-4-hydroxybenzohydrazide

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu