Pengmas Dosen FIB UNAIR Tingkatkan Literasi Guru dan Siswa eLKisi di Mojosari

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
KEGIATAN Lokakarya Penulisan Konten Digital Kreatif yang diikuti 30 siswa SMP dan SMA di Smart Lab eLKisi. (Foto: Lailatul Fitriani)
KEGIATAN Lokakarya Penulisan Konten Digital Kreatif yang diikuti 30 siswa SMP dan SMA di Smart Lab eLKisi. (Foto: Lailatul Fitriani)

UNAIR NEWS – Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menggelar kegiatan pengabdian masyarakat (Pengmas) di Pondok Pesantren eLKisi, Mojosari, Mojokerto, pada Sabtu (12/10/2019). Kali ini acara tersebut melibatkan seluruh guru dan siswa dengan mengusung tema besar “UNAIR-ELKISI Literacy Day”.

Kegiatan pengmas itu dilatarbelakangi adanya kewajiban menulis buku sebagai syarat kelulusan siswa SMA di eLKisi. Titien Diah Soelistyarini, S.S., M.Si., selaku ketua tim kegiatan melihat hal tersebut sebagai peluang untuk menggelar pengmas literasi. Tujuannya untuk meningkatkan literasi serta kualitas kepenulisan.

“Di sekolah ini ada kewajiban bagi kelas XII untuk menghasilkan buku. Di sini mereka harus menulis buku. Nah, karena itu, kami melihat ada peluang untuk mengadakan pengmas dalam hal literasi. Kami melihat ada yang sebenarnya perlu untuk ditingkatkan dalam hal literasinya supaya kualitas penulisan mereka lebih baik,” terang Titien.

Adapun kegiatannya meliputi beragam lokakarya dan Fun with English yang diikuti sekitar 600 siswa eLKisi. Lokakarya pertama ada penulisan kreatif bagi guru dengan menghadirkan narasumber Dr. Listyono Santoso S.S., M.Hum., dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UNAIR.

Seorang guru, menurut Titien, harus bisa menulis sehingga dapat menularkannya pada siswanya.  “Harus mulai dari gurunya ya. Gurunya harus diberi edukasi juga, pelajaran literasi, sehingga dapat ditularkan ke muridnya.  Dan mereka kita dorong untuk menulis juga,” ujar dosen Prodi Bahasa dan Sastra Inggris UNAIR itu.

Ada juga lokakarya penulisan kreatif bagi siswa SMA bertajuk “Menulis Buku Siapa Takut?” yang disampaikan oleh Ahmad Farid Tuasikal, seorang penulis dan penyair, sebagai narasumber. Dalam lokakarya tersebut, Farid menekankan pentingnya menyantumkan sumber ketika mengutip karya orang lain.

“Yang penting cantumkan siapa pengarangnya. Ketika kalian membuat sebuah buku gunakanlah kejujuranmu, gunakanlah etikamu. Jangan menggunakan karya orang lain tanpa mengutipnya, tanpa mencantumkan sumbernya,” tegas Farid kepada seluruh siswa SMA yang hadir.

Berikutnya ada Creating Your Digital Content Now: Lokakarya Pembuatan Konten Digital Kreatif bagi siswa SMP dan SMA dengan  Lastiko Endi, S.S., M. Hum., dosen Prodi Bahasa dan Sastra Inggris UNAIR sebagai pemateri. Melalui lokakarya itu, siswa diharap bisa menghasilkan konten digital yang menarik.

“Jadi, supaya mereka bisa menghasilkan konten digital yang lebih islami. Sebenarnya juga pelatihannya yang mudah saja untuk mmbuat konten yang menarik,” ungkap Titien.

Titien berharap kegiatan-kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan literasi di sekolah-sekolah. “Harapan kami tentunya bahwa tingkat literasi akan lebih baik dan kami memang mulai dari lingkup yang kecil. Dari satu sekolah semoga bisa menyebar ke sekolah-sekolah lain,” imbuhnya.

Penulis: Lailatul Fitriani

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu