Lestarikan Burung Melalui E-Bird Competition Berbasis Artificial Intelligence

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artificial Intelligence. (Sumber: Becoming Human)

Event Burung Berkicau dan Masalahnya

Dampak isu lingkungan telah mengancam beberapa spesies tumbuhan dan hewan, salah satunya adalah hewan unggas yakni burung. Berlatar belakang kesadaran akan kelestarian untuk memperbaiki, melindungi dan menjaga spesies burung, menggerakkan komunitas pencinta burung untuk mendirikan sebuah organizer kicau burung untuk melestarikan keberadaannya, melalui penanaman kesadaran akan konservasi, penelitian dan pengembangbiakkan burung langka.

Selain itu, komunitas perburungan juga menyelenggarakan kegiatan lomba burung berkicau. Tujuan lomba tersebut adalah agar semakin banyak masyarakat yang peduli dan cinta terhadap keberadaan spesies burung karena, even lomba dapat dijadikan tempat berkumpul, silaturahmi dan membahas seputar burung lomba antar sesama penghobi dan pemain lomba.

Indonesia memiliki beberapa organizer besar terkait perburungan. Berdasarkan data yang diperoleh dari web omkicau.com menyebutkan terdapat organizer besar diantaranya Boy n Rusli (BNR Indonesia), Radjawali Indonesia, Ranggolawe, Pelestari Burung Indonesia (PBI), Rasyid Enterprise (RE) dan sebagainya. Namun dari beberapa organizer besar perburungan yang ada di Indonesia memiliki standar dan aturan tersendiri dalam pengelolaan manajemennya.

Banyak sekali komplain, protes, cacian atau hujatan dari peserta lomba. Sebagian besar dari mereka mempermasalahkan suatu kondisi dimana juri melakukan perilaku fraud (kecurangan atau pelanggaran) sebelum dan ketika lomba dilaksanakan, sehingga penilaian dirasa tidak adil dan merugikan peserta lomba.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka diperlukan suatu rancangan operational information system e-bird competition menggunakan integrasi website dan aplikasi online. Dalam proses sistemnya, dirancang menggunakan teknologi sensor ultrasonik berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence). Proses perancangan system (riset) mengambil lokasi di Kabupaten Banyuwangi.

Perancangan Operational Information System E-bird Competition

Tahapan awal dalam sebuah system adalah merancang integrasi data. Proses integrasi data ditampilkan dalam bentuk rancangan data flow diagram, flowchart dan entity relationship diagram. Output usulan sistem operasionalnya antara lain: laporan pelanggaran& sanksi peserta, laporan pelanggaran & sanksi juri dan rekapitulasi hasil poin & laporan pemenang. Sedangkan dari output usulan disisi efisiensi perancangan system, terdapat notifikasi 1, notifikasi 2 dan notifikasi 3.

Desain Sistem Informasi Operasional Kompetisi Burung

Sistem yang dikembangkan untuk diusulkan adalah menggunakan teknologi sensor ultrasonik untuk menganalisis objek serta memberikan perintah suara untuk kontrol aktivitas tertentu. Analisis objek terdiri dari aktivitas untuk memantau kinerja burung, juri yang melakukan penilaian serta pengendalian perilaku peserta lomba. Setelah merancang Sensor Ultrasonik, tahapan selanjutnya adalah merancang Data Flow Diagram (DFD). Data Flow Diagram level 1 terkait proses penilaian dewan juri. Setelah rancangan DFD selesai, tahapan berikutnya adalah membangun Entity Relationship Diagram (ERD) dan Website.

Terdapat tiga database dasar pembentuk database utama. Ketiga database tersebut diantaranya master ID_profesional_juri, ID_peserta dan ID_sensor. Setiap foreign key akan membentuk database sensors_recognized sebagai deteksi pelanggaran (fraud) yang terbaca oleh sensor ultrasonik. Dari database sensor_recognized tersebut akan membentuk database utama ID_fraud_recognized. Database tersebut akan digunakan sebagai bukti rekam objektif atas pelanggaran yang dilakukan juri atau peserta.

Konsep rancangan website/aplikasi online diperuntukkan untuk peserta yang akan melakukan pendaftaran lomba burung kicau. Diharapkan melalui pendaftaran yang dapat dilakukan secara online, akan mengefisiensikan waktu tanpa melakukan pendaftaran secara langsung ditempat, yang berisiko nomor ganda serta mengakibatkan kondisi antrean yang tidak tertib.

Efektifitas dan Efisiensi

Output dari pengelolaan teknologi sensor ultrasonik deteksi perilaku fraud berbasis artificial intelligence ditujukan untuk memudahkan informasi dapat diterima dengan cepat dan real-time oleh peserta. Output yang digunakan untuk kepentingan efektivitas dan efisiensi berupa pengelolaan notifikasi yang diterima melalui akun website/aplikasi online. Notifikasi rekam bukti pelanggaran peserta berisi identitas pelanggar serta identitas burung yang mengikuti lomba.

Notikasi yang diterima berisi informasi bentuk pelanggaran yang dilakukan, total pengurangi poin serta dokumentasi dalam bentuk poto/rekaman yang ditampilkan atas pelanggaran. Sedangkan notikasi untuk juri diinformasikan dalam bentuk Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani oleh ketua organizer pengelola lomba burung kicau serta perihal sanksi profesi yang dilakukan juri disertai dengan bentuk pelanggaran, pengurangan poin serta dokumentasi dalam bentuk poto/rekaman pelanggaran. (*)

Penulis: A A Gde Satia Utama

Untuk lebih lengkap hasil dari riset ini, dapat diunduh pada laman  https://www.atlantis-press.com/proceedings/iclick-18/125913281

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu