Tuak Legen Pacu Karies Gigi Lebih Tinggi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh berberita.com

Karies gigi merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi terbesar di Indonesia, menjangkit hingga 80%-95% populasi masyarakat Indonesia. Salah satu faktor utama penyebab karies gigi adalah konsumsi makanan dan minuman yang banyak mengnadung gula. Salah satu minuman tradidional yang cukup terkenal di Indonesia, terutama di daerah Jawa Timur yaitu tuak legen. Tuak legen yang merupakan minuman hasil fermentasi dari buah siwalan ini mengandung sekitar 10.93cc/100cc gula. Kandungan gula tersebut dapat menimbulkan peningkatan produksi asam oleh bakteri rongga mulut yang dapat menyebabkan demineralisasi email gigi. Selain kandungan gula nya yang cukup banyak, tuak legen juga memiliki kemampuan menempel yang kuat dengan permukaan gigi, sehingga lebih mudah membentuk plak yang dapat menjadi awal timbulnya karies gigi.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga menunjukkan bahwa pada individu yang memiliki kebiasaan mengonsumsi tuak legen dengan jumlah yang cukup banyak (2-3 gelas per hari) memiliki jumlah karies gigi yang lebih banyak. Penelitian ini mematahkan opini bahwa kandungan alcohol dalam tuak legen dapat menghambat miroba yang terdapat di rongga mulut, sehingga mampu mencegah terjadinya karies gigi.

Adanya hasil penelitian ini menjadikan dasar bagi para praktisi kedokteran gigi dalam merancang program-progam pencegahan atau penyuluhan kepada masyarakat, khususnya masyarakat dengan kebiasaan konsumsi minuman tuak legen bahwa kosumsi tuak legen yang berlebihan dapat meningkatkan resiko terjadinya karies gigi.

Penulis : Dr. Titiek Berniyanti, drg., MKes

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di http://www.jioh.org/text.asp?2019/11/4/217/264428

Berniyanti T, Diana L, Bramantoro T, Wening GR, Arishandy DA, Kusumo AD. Tuak legen (traditional palm wine) consumption habits and severity of dental caries in Indonesia. J Int Oral Health 2019;11:217-20

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu