Penurunan Diabetes Mellitus Risiko Tingkatkan Stres pada Pasien

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Rumah Sakit Santo Borromeus

Diabetes Melitus (DM) dapat menyebabkan hiperglikemia pada pasien DM. Kondisi hiperglikemia pada DM yang tidak dikontrol dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem tubuh, utamanya saraf dan pembuluh darah. Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan membuat perubahan gaya hidup pasien, seperti meningkatkan diet dan latihan fisik. International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2017 melaporkan bahwa jumlah pasien DM didunia pada tahun 2017 mencapai 425 juta orang dewasa berusia antara 20–79 tahun data Riset Kesehatan Daerah (Riskesdas) menunjukkan bahwa prevalensi pasien diabetes provinsi Jawa Timur masuk 10 besar se-Indonesia dengan prevalensi 6,8% (Kominfo Jatim, 2015).

Dinas Kesehatan Surabaya mencatat sebanyak 32.381 pasien DM sepanjang tahun 2016. Data terdahulu yang didapatkan oleh peneliti menunjukkan bahwa pasien DM sebanyak 2.195 orang dari Januari sampai Maret 2018 yang tersebar di lima puskesmas dengan jumlah penderita DM tertinggi di Surabaya. Jumlah ini tersebar di Surabaya Timur (Puskesmas Klampis Ngasem  sebanyak 353 orang), Surabaya Barat (Puskesmas Asemrowo sebanyak 367 orang), Surabaya Pusat (Puskesmas Kedungdoro sebanyak 135 orang), Surabaya Utara (Puskesmas Tanah Kalikedinding sebanyak 615 orang), dan Surabaya Selatan (Puskesmas Jagir sebanyak 725 orang).

Pengobatan diabetes yang paling utama yaitu mengubah gaya hidup terutama mengatur pola makan yang sehat dan seimbang. Penerapan diet merupakan salah satu komponen utama dalam keberhasilan penatalaksanaan diabetes, akan tetapi sering kali menjadi kendala dalam pelayanan diabetes karena dibutuhkan kepatuhan dan motivasi dari pasien itu sendiri. Penanganan yang dilakukan pasien dalam menangani stres memengaruhi keberhasilan dalam mematuhi program diet serta pengendalian kadar gula darah. Sebenarnya pasien DM banyak yang mengetahui anjuran diet, tetapi banyak pula yang tidak mematuhinya. Pasien DM menganggap bahwa diet yang dijalankan cenderung tidak menyenangkan sehingga mereka makan sesuai dengan keinginan bila belum menunjukkan gejala serius.

Pengetahuan sangat diperlukan untuk mengurangi dampak yang disebabkan oleh DM. Self-management bermanfaat untuk mengembangkan keterampilan yang dihadapi oleh pasien untuk meningkatkan keyakinan diri (selfefficacy). Keterampilan dan pengetahuan dapat menentukan pengelolaan yang terbaik untuk dirinya sendiri. Pasien diabetes mudah mengalami stres dalam melaksanakan program diet. Sehingga cara penanganan yang dilakukan pasien dalam menangani stres ketika menjalani diet memengaruhi keberhasilan mereka dalam mematuhi program diet serta pengendalian kadar gula darah. Diharapkan akan dapat meminimalisir terjadinya komplikasi baik akut maupun kronis. Pasien DM yang menjalani diet mengalami tingkat stres yang tinggi. Hal tersebut dapat disebabkan oleh responden yang harus mengatur pola makan dan gaya hidupnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik demografi responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden sebanyak 89 adalah perempuan, dengan kelompok rentang usia terbanyak pada usia 46-65 tahun yaitu sebanyak 96 responden dan distribusi status pernikahan memiliki status menikah, yaitu sebanyak 94 responden. Berdasarkan data tingkat pendidikan responden terbanyak yaitu pendidikan dasar sebanyak 63 responden. Responden sebagian besar merupakan ibu rumah tangga yaitu sebanyak 74 responden. Sebanyak 65 responden telah menderita DM selama 3–5 tahun dan jenis obat yang dikonsumsi responden, distribusi terbanyak pada jenis obat Gliben, Metformin yaitu sebanyak 44 responden.

Pengetahuan diet sangat penting bagi pasien DM agar terhindar dari komplikasi. Sehingga diperlukan suatu intervensi untuk meningkatkan pengetahuan mengenai penyakit, proses penatalaksanaan, terapi pengobatan, interaksi, pola makan, aktivitas fisik, serta pemanfaatan fasilitas kesehatan yang ada di masyarakat. Pada dasarnya pasien DM banyak yang telah mengetahui anjuran diet tetapi tidak mematuhinya karena banyak yang menganggap bahwa makanan diet untuk pasien DM cenderung tidak menyenangkan. Sehingga mereka makan sesuai dengan keinginan bila belum menunjukkan gejala serius. Pengetahuan pasien tentang DM merupakan sarana yang penting untuk membantu menangani pasien diabetes itu sendiri, sehingga semakin banyak dan semakin baik pengetahuannya tentang diabetes, maka semakin baik pula dalam menangani diet DM. Selanjutnya mengubah perilaku juga akan dapat mengendalikan kondisi penyakitnya, sehingga dapat bertahan hidup lebih lama serta kualitas hidup semakin baik.

Self-management diabetes yaitu mengenali kebutuhan jumlah kalori, memilih makanan sehat, mengatur jadwal atau perencanaan makan, dan mengatur tantangan perilaku diet menunjukkan hasil bahwa tiap domain memiliki total skor yang berbeda. Total skor tertinggi ada pada domain mengatur jadwal atau perencanaan makan sehingga pada penelitian ini menunjukkan bahwa self-management diabetes pasien DM mengenai pengaturan jadwal atau perencanaan makan lebih baik daripada domain yang lainnya. Banyak responden yang mengetahui jarak interval antara makan makanan besar dan makanan selingan, karena kebanyakan dari responden lebih berhati-hati dalam pengaturan pola makan untuk menjaga kadar gula, terutama dalam mengurangi makanan selingan atau camilan.

Tingkat pengetahuan memiliki hubungan dengan tingkat stres menjalani diet pasien DM di Surabaya. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan nilai tingkat kemaknaan yang berarti semakin tinggi tingkat pengetahuan pasien maka semakin ringan tingkat stres dalam menjalani diet pasien DM. Self-management diabetes memiliki hubungan dengan tingkat stres menjalani diet pasien DM. Hal ini dibuktikan dengan nilai tingkat kemaknaan, yang berarti semakin baik self-management diabetes maka semakin ringan tingkat stres menjalani diet pasien DM. Self-management diabetes memiliki hubungan yang lebih kuat dengan tingkat stres menjalani diet pasien DM daripada hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat stres menjalani diet pasien DM.

Penulis: Hidayat Arifin, S. Kep., Ns.

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

http://jki.ui.ac.id/index.php/jki/article/view/780

Kusnanto, Putri Mei Sundari, Candra Panji Asmoro, dan Hidayat Arifin (2019). Tingkat Pengetahuan dan Diabetes Self-Management terhadap Tingkat Stres Pasien Diabetes Melitus yang Menjalani Diet. Jurnal Keperawatan Indonesia. 22(1): 31-42;

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu