Pengetahuan Hingga Persepsi Ibu Melahirkan Pengaruhi Kemampuan Merawat Bayi dengan Berat Lahir Rendah

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Halodoc

Kematian dan kesehatan bayi dengan berat lahir rendah masih menjadi masalah global maupun nasional. Mayoritas kematian bayi setiap tahun disebabkan oleh komplikasi berat lahir bayi yang rendah (WHO, 2014). Bayi berat lahir rendah sering mengalami gangguan pengaturan suhu tubuh yang mengakibatkan hipotermia. Kelemahan refleks menelan menyebabkan ketidakmampuan bayi untuk menyusu dan gangguan sistem kekebalan tubuh mengakibatkan bayi rentan terkena infeksi.

Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam merawat bayi dengan berat lahir rendah. Kemampuan merawat menentukan status kesehatan bayi dan mencerminkan keyakinan dalam menjalankan peran asuh sebagai seorang ibu. Berdasarkan penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa dari tahun 2014 hingga 2017 terjadi peningkatan dua kali lipat jumlah bayi dengan berat lahir rendah. Kejadian ini bila tidak diimbagi dengan kemampuan ibu dalam perawatan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih parah.

Berdasarkan Theory of Planned Behaviour, perilaku yang ditampilkan oleh seseorang dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap terhadap perilaku, norma subjektif, kontrol perilaku dan niat. Pengetahuan dapat memengaruhi kemampuan ibu dalam merawat bayi berat lahir rendah. Ibu yang memiliki pengetahuan yang baik akan memiliki kepercayaan diri yang besar dalam merawat bayi. Kegagalan dalam mendapatkan informasi dan bantuan dapat menyebabkan masalah kesehatan ibu dan bayi.

Sikap seseorang terhadap perilaku didasarkan pada kepercayaan pada hasil akhir yang berarti jika seseorang percaya bahwa perilaku dapat menghasilkan hasil positif maka sikap positif muncul. Sikap negatif ibu terhadap kondisi bayi berat lahir rendah dapat menyebabkan keterlambatan penanganan situasi yang dapat dicegah atau diatasi dengan cepat. Keterlambatan dalam perawatan bayi dengan berat badan lahir rendah dapat menyebabkan peningkatan masalah kesehatan dan kematian pada bayi.

Proses menjadi seorang ibu tidaklah mudah. Proses perubahan peran dinamis dan luas, bahkan menyebabkan konflik. Sebagai ibu baru, tentu perlu dukungan dari berbagai pihak, baik dari pasangan, keluarga, dan terutama bidan atau perawat. Dukungan yang diberikan oleh suami dan keluarga dapat dalam bentuk bantuan atau saran, sementara perawat dan bidan perlu fokus pada pendampingan, konseling, dan pendidikan kesehatan terkait dengan perawatan bayi dan pemberian ASI eksklusif.

Semua ibu percaya bahwa pendidikan kesehatan, dukungan emosional, kondisi bayi, kunjungan rumah oleh penyedia layanan kesehatan, faktor ekonomi, pengetahuan, dan kesadaran akan kesehatan bayi adalah hal-hal yang dapat mendorong atau menghambat perawatan bayi berat lahir rendah. Ibu lebih memercayai para penyedia layanan kesehatan daripada pengalaman pribadi mereka. Kepercayaan pada penyedia kesehatan membuat para ibu percaya diri untuk merawat bayi berat lahir rendah.

Semakin baik pengetahuan; semakin positif sikap terhadap perilaku, norma subyektif yang baik dan persepsi positif tentang kontrol perilaku membuat ibu menjadi lebih kompeten merawat bayi berat lahir rendah di rumah. Namun, niat ibu yang kuat tidak menjamin bahwa ibu akan memiliki kemampuan untuk merawat bayi berat lahir rendah di rumah.

Kemampuan ibu untuk merawat bayi akan berpengaruh terhadap perkembangan bayi, termasuk kepekaan dan respon bayi. Ibu dan bayi menciptakan hubungan yang dinamis dan kompleks. Ibu mendapat kepuasan dalam perannya jika dia yakin akan kemampuannya merawat bayi. Merawat bayi adalah hal yang wajar bagi seorang ibu. Ini adalah proses transisi psikososial yang harus dimulai dari kehamilan dan berlanjut setelah kelahiran bayi. Bayi dengan kebutuhan khusus seperti bayi berat lahir rendah tentu membutuhkan kompetensi ibu yang lebih kompleks. Para ibu perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak dalam menjalankan perannya baik dalam bentuk dukungan materi maupun non-material.

Ibu perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi situasi terkait dengan kehamilan dan persalinan. Ini dapat dilakukan dengan meningkatkan perilaku mencari informasi kesehatan dan menghadiri pendidikan kesehatan yang disediakan oleh penyedia layanan kesehatan. Kita perlu memberikan informasi kepada pasangan dan anggota keluarga lainnya bahwa semua bentuk pendapat dan saran dari mereka tentang merawat bayi dengan berat lahir rendah akan sangat dipertimbangkan oleh para ibu. Mengingat bahwa ibu dengan bayi berat lahir rendah menaruh kepercayaan tinggi pada penyedia layanan kesehatan, maka penyedia layanan kesehatan perlu menjaga keandalan, meningkatkan kunjungan dan keterlibatan dalam perawatan bayi berat lahir rendah di rumah untuk mencegah masalah kesehatan dan kematian.

Penulis : Tiyas Kusumaningrum, S.Kep., Ns., M.Kep

Informasi detil dari tulisan ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/246/1/012029/pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu