Manfaat buah okra dalam Mengurangi Keracunan Timbal pada Sel Testis

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Surabayaonline.co

Keracunan timbal dapat terjadi pada kasus reproduksi, pernapasan, maupun syaraf yang berakibat adanya cacat lahir, kanker, dan kematian. Timbal dapat meningkatkan produksi oksidan atau ROS (reactive oxygen species). ROS bereaksi dengan lemak yang menghasilkan lemak peroksida. Kemudian lemak peroksida dapat mengoksidasi senyawa lain dalam sel. Timbal juga dapat mengikat enzim antioksidan dan mengganggu aktivitasnya sehingga terjadi peningkatan kadar oksidan. Pada seorang laki-laki, timbal dapat mengurangi jumlah sperma dan menyebabkan sel sperma abnormal. Timbal merupakan oksidan yang memicu terbentuknya radikal bebas yang akan berpengaruh pada proses pembentukan sperma dan hormon testosteron.

Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa buah okra (A. esculentus L.) banyak digunakan sebagai makanan dan obat tradisional di Indonesia. Buah okra banyak dijual di pasar maupun supermarket. Pada umumnya buah okra berwarna hijau walaupun ada juga yang bewarna merah maupun purple. Buah okra sering dimakan sebagai sayur, walaupun sebagian orang kurang begitu suka karena rasanya yang asam. Buah okra mengandung flavonoid dan vitamin C. Kedua bahan tersebut dapat berfungi sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Hal yang penting dilakukan adalah memanfaatkan buah okra sebagai antioksidan untuk mengurangi oksidan dari radikal bebas timbal.

Antioksidan merupakan senyawa yang berperan dalam menyumbangkan elektron ke oksidan dan membentuk senyawa yang tidak bisa mengoksidasi senyawa lain. Timbal dapat menarik elektron dari senyawa lemak dan membentuk lemak peroksida. Kehadiran antioksidan dapat menyumbangkan elektron dan mencegah oksidasi asam lemak. Asam lemak adalah salah satu senyawa penting yang membentuk membran sel. Jika membran sel tidak mengalami oksidasi asam lemak menunjukkan tidak adanya kerusakan sel. Antioksidan dari okra juga mencegah ikatan ion timbal dengan protein enzim. Jadi okra dapat mencegah supaya  antioksidan tetap aktif. Okra dapat mengikat oksidan dan mencegah kerusakan sel.  Ada kerusakan sel pada testis dapat ditunjukkan oleh penurunan jumlah sel spermatogenik, sel Leydic dan sel Sertoli dalam tubulus seminiferus. Pemberian ekstrak metanol okra dapat memperbaiki kerusakan sel yang ditandai dengan peningkatan jumlah sel spermatogenik, sel Leydic dan sel Sertoli dengan dosis 200 mg/kg berat badan.

Sel spermatogenik, sel sertoli, dan sel leydic adalah sel yang membentuk tubulus seminiferus. Sel spermatogenik tersusun dari sel spermatogonium, spermatosit, dan spermatid. Paparan timbal juga dapat menurunkan ketebalan dan diameter tubulus seminiferus karena meningkatnya kerusakan sel-sel ini. Timbal akan mengoksidasi lemak, protein, dan senyawa lain dalam sel-sel spermatogenik yang menyebabkan kerusakan sel. Pemberian ekstrak metanol okra dengan kandungan flavonoid dan asam askorbat dapat menurunkan oksidan dalam sel, menormalkan pertumbuhan dan perkembangan sel. Pada penelitian ini menyatakan bahwa pemberian buah okra dapat meningkatkan ketebalan dan diameter tubulus seminiferus yang mendekati kondisi normal dengan dosis 200 mg/kg BB. Penelitian Darel et al (2014) menyatakan bahwa xenobiotik seperti timbal juga telah terbukti menginduksi stres oksidatif pada testis seiring dengan penekanan mekanisme antioksidan.

Radikal bebas ini kemudian menyerang sel-sel spermatogenik di dalam tubulus seminiferus yang menyebabkan kematian sel yang luas dan gangguan dalam proses pembentukan spermatozoa atau yang disebut dengan spermatogenesis. Kerusakan sel Leydic karena timbal menurunkan produksi testosteron. Timbal menyebabkan umpan balik negatif pada hipotalamus untuk meningkatkan produksi FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (Luteinizing hormone). FSH dan LH merupakan hormon yang mempengaruhi peningkatan proses spermatogenesis dan produksi testosteron di sel Leydic. Jadi terapi dari bahan alam buah okra dapat mencegah kerusakan Leydic cels dan meningkatkan hormon FSH dan LH. Akibatnya sel Leydic dapat menghasilkan lebih banyak testosteron. Dosis maksimal okra untuk meningkatkan kadar testosteron adalah 200 dan 400 mg/kg BB.

Temuan yang didapatkan adalah bahwa pemberian buah okra dapat meningkatkan jumlah sel spermatogenik, menambah jumlah sel Leydic penghasil hormon testosteron, menambah jumlah sel Sertoli, meningkatkan ketebalan dan diameter tubulus seminiferus, serta menstimulasi pembentukan hormon testosteron pada tikus putih yang dipapar timbal.

Penulis : Sri Puji Astuti

Informasi detail tentang riset ini dapat dilihat di

http://www.envirobiotechjournals.com/article_abstract.php?aid=9741&iid=277&jid=4

Protective effect of okra pods methanol extract against lead acetate-induced testicular toxicity in mice

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu