Komunitas Bakteri pada Sistem Resirkulasi Budidaya Lele Dumbo

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Budidaya lele dumbo. (Sumber: Pemkab. Buleleng)

Sumber daya alam seperti air dan lahan yang hari ini mulai terbatas menjadikan intensifikasi sebagai pilihan yang paling memungkinkan dalam meningkatkan produksi budidaya. Upaya untuk mengembangkan perikanan budidaya  pada sistem intensif hingga kini masih terus dilakukan mengingat sistem tersebut masih terkendala oleh berbagai masalah yang diantaranya adalah limbah akuakultur.

Teknologi resirkulasi water system merupakan salah satu alternatif dalam mengatasi masalah kualitas air dalam akuakultur. Sistem resirkulasi akuakulktur (Recirculation Aquaculture System) merupakan sistem yang memanfaatkan ulang air yang telah digunakan dengan meresirkulasikembali melewati sebuah filter, sehingga secara signifikan mampu menghemat air lebih banyak dan mengurangi pembuangan limbah sisa budidaya.

Meskipun memliki berbagai keunggulan dibandingkan sistem budidaya secara konvensional, sistem (Recirculation Aquaculture System) memiliki beberapa kelemahan antara lain perlatan yang cukup rumit sehingga perlu biya yang cukup besar pada saat instalasi kolam awal. Banyak negara yang telah menerapkan sistem RAS (Recirculation Aquaculture System) seperti Norwegia dan Jepang. Norwegia dan Jepang menerapkan teknologi RAS untuk pendederan ikan salmon sebelum dialihkan ke keramba apung.

Harus diakui bahwa peran bakteri sangat penting bagi produksi dan keberlanjutan akuakultur sehingga harus menjadi bagian dalam pengelolaan akuakultur secara terpadu dan holistik. Menilik dari hal tersebut mengetahui komintas bakteri pada suatu sistem budidaya adalah suatu yang sangat dibutuhkan untuk mengetahui Pemetaan struktur komunitas, keragaman dan berbagai faktor yang terkait.

Bakteri juga berfungsi untuk menguraikan sisa pakan, senyawa organic dari pakan yang terlarut, dan kotoran ikan.Sampah-sampah itu dapat mengotori air dan menjadi tempat tumbuh bakteri pathogen, jamur atau mikroba jahat, dan menyebabkan ikan mudah terserang penyakit. Sifat probiotik dari bakteri yang menguntungkan bagi ikan juga dapat menekan pertumbuhan bakteri jahat (pathogen).  Dengan probiotik, maka ikan menjadi lebih sehat, bisa membantu proses penyembuhan ikan yang sakit, dan menjaga kualitas air sehingga tidak keruh ataupun berbusa.

Pada penelitian analisis komunitas bakteri pada budidaya lele dumbo (C. gariepinus) dengan sistem resirkulasi menggunakan 3 unit kolam resirkulasi. Kolam terpal bundar dengan diameter 1 m dan ketinggian kolam 1 m sebagai wadah budidaya. Kemudian filter yang digunakan adalah dengan swirl filter dan filter biologi dengan menggunakan bioball filter.

Jumlah bioball filter di dalam bak filter berjumlah 628 buah per unit. Pada outlet wadah kolam budidaya dipasang stop kran untuk menahan laju air sampai di wadah budidaya. Air dari outlet dihubungkan menggunakan pipa PVC 1,5” ke swirl filter, kemudian dari swirl filter dihubungkan dengan pipa PVC 1” ke bak filter biologi yang berisi bioball filter. Air dari bak filter biologi dialirkan kembali ke wadah budidaya dengan bantuan airlift system.

Hasil untuk pengukuran suhu selam penelitian didapatkan hasil rata-rata di kisaran 28-300 C, dan untuk hasil pengukuran kadar oksigen terlarut 4,3-4,8 Mg/L dan untuk PH berada pada nilai yang normal yaitu 7,6. Dalam penelitian ini ditemukan beberapa spesies bakteri yaitu Bacillus subtilis dan Bacillus megaterium, Empedobacter brevis, Spingomonas paucimobilis, Staphilococus vitulus, Stapilococus xylosus,Bacillus cereus, dan Bacillus lincheniformis. (*)

Penulis : Wahyu Isroni

Informasi lebih detail dari penelitian ini dapat ditemukan pada jurnal ilmiah pada link berikut ini:https://e-journal.unair.ac.id/JAFH/article/view/15059

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu