Jejak Publikasi dari Negara Berkembang dalam Literatur Bedah Saraf

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi publikasi ilmiah. (Sumber: Litbang Kemendagri)

Pada 2015,Lancet Commission on Global Surgery menyoroti ketimpangan dalam kualitas perawatan bedah di seluruh dunia, termasuk dalam pelayanan bedah saraf, khususnya pada negara Berpendapatan Rendah dan Menengah (LMICs). Dewan et al melaporkan bahwa sekitar 44 persen dari ahli bedah saraf di seluruh dunia berbasis di negara-negara dengan berpendapatan tinggi (HICs).

Di satu sisi, semakin banyak publikasi yang melaporkan adanya ketimpangan dalam hal epidemiologi, manajemen pasien, prosedur bedah saraf dan komplikasi, antara HICs dan LMICs. Namun demikian, data ini terbatas karena kontribusi dari LMICs untuk literatur bedah saraf masih belum cukup banyak.

Di antara laporan-laporan sistematis dan meta-analisis yang paling banyak dikutip, ternyata tidak ditemukan satupun penulis pertama dari LMICs. Untuk literatur bedah saraf, publikasi dari LMICs sangatlah terbatas. Faktanya, di antara 20 negara penyumbang terbanyak dalam literatur bedah saraf pada tahun 2011, hanya terdapat satu negara (India) yang termasuk dalam Negara-Negara Berpendapatan Menengah Bawah (L-MIC) atau Kelompok Negara Berpendapatan Rendah (LIC).

Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut tentang hal ini, sebuah penelitian telah dilakukan oleh Tropeano et al,. (2019), yang juga melibatkan Universitas Airlangga – RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan diterbitkan di jurnal World Neurosurgery, dimana dilakukan analisis bibliometrik pada berbagai publikasi yang berasal dari LIC dan L-MIC untuk melihat produktivitas penelitian negara-negara ini dalam literatur bedah saraf di seluruh dunia, serta menilai kemampuan mereka untuk mempublikasikan sekaligus mengkomunikasikan secara global terkait perbedaan yang ada antara HIC dan LMIC.

Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: apa kontribusi, dalam hal pengetahuan, dari L-MIC dan LIC untuk literatur bedah saraf yang telah diterbitkan dalam literatur medis internasional, dan negara-negara mana sajakah yang melakukan penelitian ini?

Penelitian ini merupakan analisis bibliometrik retrospektif menggunakan database Pubmed dan Scopus untuk mencatat semua publikasi antara 2015 dan 2017 oleh penulis yang berafiliasi dengan intitusi bedah saraf di Low Income Countries (LICs) dan Low-Middle Income countries (L-MICs). Sebanyak 8459 artikel yang terkait dengan bedah saraf dari seluruh dunia telah berhasil diidentifikasi. Dalam analisis akhir, didapatkan 6708 artikel yang sesuai dengan metodologi penelitian penulis.

Pencarian sistematis menghasilkan 459 artikel yang diterbitkan oleh LIC dan L-MICs. 334 artikel untuk evaluasi teks lengkap dimasukkan. 303 (4,52 persen) artikel diterbitkan dengan afiliasi L-MIC dan hanya 31 (0,46 persen) yang berafiliasi dengan LIC. Negara-negara yang memimpin di antaranya adalah India dengan 182 (54,5 persen di antara L-MIC dan LIC, dan 2,71 persen secara keseluruhan), diikuti oleh Mesir di 66 (19,76 persen di antara L-MIC dan LIC, dan 0,98 persen secara keseluruhan), dengan perbedaan besar dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Uganda 9 (2,69 persen di antara L-MIC dan LIC) dan Tunisia serta Pakistan pada angka 8 artikel (masing-masing 2,4 persen di antara L-MIC dan LIC). Beberapa manuskrip yang telah diterbitkan dihasilkan melalui kolaborasi dengan ahli bedah saraf dari HIC.

Pada akhirnya, perkembangan bedah saraf yang cukup pesat pada negara berpendapatan tinggi belum diikuti dengan tingkat pertumbuhan yang sama pada negara berpenghasilan menengah atau rendah. Penelitian dari sebagian besar populasi global masih kurang terwakili dalam jurnal bedah saraf yang memiliki nilai impact factor yang tinggi. Pemahaman terkait masalah ini sangat penting untuk mulai mengatasi kesenjangan dalam penelitian dan pelayanan bedah saraf di seluruh dunia.

Strategi baru harus dikembangkan untuk menyelesaikan lingkaran setan ini. Pengembangan prosedur yang tepat dalam perawatan bedah saraf di L-MIC dan LIC membutuhkan penelitian yang baik, sumber daya, serta keterlibatan dari jurnal internasional, kolaborasi kemitraan dari HIC dan pendanaan khusus untuk mendukung para peneliti dan kolaborasi ini menjadi sangat penting. (*)

Penulis: Asra Al Fauzi

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/31295603

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu