Pentingnya Logoterapi Bagi Penderita Diabetes mellitus

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Republika

Penderita penyakit gula yang biasa disebut dengan Diabetes mellitus seringkali mengalami masalah kecemasan hingga depresi. Jenis penyakit ini harus diobat dalam jangka waktu yang panjang serta perlunya melakukan berbagai perubahan dalam gaya hidup penderita. Hal tersebut nampaknya mempengaruhi bagaimana penderita penyakit gula mengartikan kehidupan yang mereka jalani. Banyak penderita penyakit gula yang mengatakan bahwa kehidupan mereka telah berubah dan menjadi seakan sulit dijalani dan tidak berarti dan merasa hanya menjadi beban bagi keluarga mereka.

Pandangan seseorang tentang sebuah arti kehidupan memiliki peran penting dalam menentukan tujuan hidup seorang individu. Pandangan kehidupan yang positif akan memberikan dampak pikiran positif individu terhadap situasi apapun yang dihadapi. Semakin tahun jumlah penderita penyakit gula di Indonesia semakin meningkat. Biaya yang dihabiskan untuk menangani penyakit ini semakin lama juga semakin meningkat. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita penyakit gula mengalami penurunan kualitas dalam pemaknaan arti hidup dan merasa menderita. Perasaan menderita yang dirasakan oleh penderita penyakit gula ini berasal dari perasaan bahwa penyakit yang diderita tersebut adalah suatu akibat dari dosa yang diperbuatnya selama ini. Rasa menderita yang dirasakan oleh penderita penyakit gula dapat berakibat pada rasa tertekan, kehilangan arti hidup bahkan hingga mengalami masalah kejiwaan.

Logotrapi merupakan sebuah intervensi psikologis dengan cara menggali aspek spiritual manusia terkait aspek fisik dan psikologisnya. Tujuan awal dari pemberian logoterapi adalah agar individu mencapai hidup yang lebih berarti dan hidup yang lebih bahagia. Perbaikan pandangan positif tentang arti hidup pada penderita penyakit gula diharapkan dapat meningkatkan kondisi psikologis yang positif dan secara tidak langsung berdampak pada kondisi fisik yang lebih baik.

Hasil yang ditemukan adalah sebagian besar penderita penyakit gula mengalami gangguan dalam memaknai arti hidup. Penderita penyakit gula menyatakan bahwa sejak mereka menderita penyakit gula, kehidupan mereka menjadi berubah dan merasa hari-hari yang dijalani terasa berat, merasa cemas, serta merasa menjadi beban bagi keluarga dan merasa bahwa dunia ini tidak adil karena mereka mengalami penyakit gula.

Terjadinya gangguan makna hidup pada penderita penyakit gula dapat disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor dari dalam klien itu sendiri, termasuk salah satunya tanda dan gejala yang menyertai Penyakit DM. Pengobatan tanda dan gejala yang timbul seringkali mengakibatkan klien merasa bosan dan jenuh. Suntikan insulin terus menerus

atau obat hipoglikemik oral yang harus diminum harian, pemeriksaan glukosa darah rutin, dan perlunya latihan fisik secara teratur menyebabkan perubahan gaya hidup baru di mana perubahan membuat klien DM merasa bahwa mereka memilikinya tidak ada kebebasan dalam hidup, kebosanan, keputusasaan dan ketidakberdayaan.

Jika kebosanan tidak terhindarkan, maka seseorang cenderung melakukan kegiatan dengan rasa enggan, dan hidup putus asa hidup tanpa tujuan dan makna hidup. Faktor eksternal termasuk dukungan dari keluarga dan orang-orang di sekitar. Ini ditemukan pada penelitian DM, di mana ketakutan klien DM rata-rata takut akan diceraikannya dirinya oleh pasangan mereka, merasa tidak layak memiliki peran dalam keluarga karena tidak bisa memenuhi kewajiban sebagai pasangan. Merasa tidak berguna karena tidak bisa bermain peran dalam keluarga, merasa tidak berharga karena mereka tidak bisa membuat sesuatu yang baik, perasaan sedih karena tidak bisa membuat pasangannya senang, tubuh merasa lemas, kurang semangat dan timbul kebosanan untuk melakukan aktivitas.

Hasil yang ditemukan terkait dampak logoterapi pada arti hidup penderita penyakit gula berupa mayoritas penderita penyakit gula yang mendapatkan logoterapi mengalami peningkatan dalam memandang arti hidup ke arah yang lebih positif. Implementasi logoterapi bertujuan untuk membantu klien menggunakan penderitaan mereka pengalaman sebagai alat untuk menemukan tujuan di kehidupan. Banyak orang berpikir bahwa penderitaan adalah nasib yang tidak bisa dicegah. Logoterapi mengajarkan untuk melihat nilai positif dari penderitaan, memberikan kesempatan untuk mengambil pelajaran dari penderitaan dan memberikan kenyamanan dan kesiapan untuk menghadapi kematian yang bermanfaat.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah memberikan logoterapi individu terbukti meningkatkan makna hidup klien DM. Sehingga klien dapat memiliki sikap menerima dengan penuh kesabaran, dan menjadi perihal positif dan menjalani hidup mereka dengan kebahagiaan. Peningkatan makna hidup dipengaruhi oleh penerimaan klien terhadap aktivitas dan keakuratan terapis yang melakukan logoterapi yang baik sesuai dengan pedoman.

Penulis : Dian Tristiana

Detaill tulisan ini dapat dilihat di :

http://jkp.fkep.unpad.ac.id/index.php/jkp/article/view/1060

Ah Yusuf, Rr. Dian Tristiana, Leni Anitasari, Ira Suarilah. 2019. The Effect of Logotherapy to Diabetes Mellitus Client’s Meaning of Life. Jurnal Keperawatan Padjajaran, Vol 7, No 2

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu