Pembukaan Club Literasi Buku FKM UNAIR Undang Alumni

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Luh Mery Widhayanti. S.KM. saat melakukan pemaparan saat kegiatan diskusi buku “Perjalanan Hati” pada Rabu (2/10/2019) di Gazebo Tengah FKM UNAIR. (Foto: Anugrah Visar Rahman)
Luh Mery Widhayanti. S.KM. saat melakukan pemaparan saat kegiatan diskusi buku “Perjalanan Hati” pada Rabu (2/10/2019) di Gazebo Tengah FKM UNAIR. (Foto: Anugrah Visar Rahman)

UNAIR NEWS – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) mengundang alumninya dari Bali, Luh Mery Widhayanti. S.KM, dalam acara diskusi buku yang diselenggarakan di Gazebo Tengah FKM UNAIR, Rabu (2/10/2019). Acara tersebut dilaksanakan pukul 15.00-16.00 dan dihadiri kurang lebih 20 mahasiswa, baik dari dalam maupun para alumni yang hadir. Selain itu yang menjadi moderator adalah Ilham Akhsanu Ridlo S.KM., M.Kes selaku dosen FKM UNAIR dari Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK).

Luh Merry Widhayanti. S.KM yang biasa disapa Mery membedah buku karangannya berjudul “Perjalanan Hati” yang mengisahkan perjalanan pengabdiannya selama mengikuti program Ekspedisi Nusantara Jaya. Diskusi buku itu berlangsung mengalir dan sesekali menggelitik perut peserta karena pengalaman unik Mery yang diceritakan.

 “Saya menulis buku ini menggunakan kata hati karena daerah Masalembu tidak bisa menggunakan laptop, listrik hanya menyala dari sore sampai malam, sehingga setiap kejadian harus ditulis dibuku harian setiap harinya,” imbuhnya.

Dalam paparannya, Mery mengatakan, dirinya menulis buku itu saat proses mengerjakan proposal skripsi dengan suasana yang bimbang antara mau lulus cepat atau mengikuti kegiatan tersebut. Diakuinya pula, kecintaannya terhadap kegiatan pengabdian masyarakat bermula saat mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada semester sebelumnya.

Pada sesi diskusi, hadir Dr. Ernawaty drg., M.Kes selaku dosen pembimbing Mery yang mengatakan bahwa yang harus dilakukan mahasiswa ialah memperbanyak kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan yang selama ini tidak bisa diberikan waktu perkuliahan saja.

“Saya sendiri sampai tidak tahu kalau itu Mery, karena yang saya kenal dia itu orang Bali, tetapi waktu pulang dia berbicara menggunakan logat Madura yang dia dapatkan saat berada di Masalembu, Sumenep,” terangnya.

Selanjutnya pada akhir acara bagikan satu buku “Perjalanan Hati” kepada satu peserta yang paling aktif selama diskusi berlangsung, kegiatan diskusi buku ditutup dengan temu kangen bersama alumni dan sesi foto bersama. Acara tersebut juga merupakan awal mula terbentuknya Club Literasi Buku yang ada di FKM UNAIR.  (*)

Penulis: Anugrah Visar Rahman

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu