Deteksi Dini Penyakit Kusta di Indonesia dengan Antigen Lid-1

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sumber foto: https://www.instazu.com
Sumber foto: https://www.instazu.com

Penyakit kusta merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Indonesia merupakan negara dengan jumlah deteksi penyakit kusta baru tertinggi ketiga di dunia. Deteksi dini menjadi tantangan tersendiri untuk mencegah keterlambatan terapi yang sering mengakibatkan disabilitas.

Penelitian ini menggunakan antigen LID (Leprosy IDRI Diagnostic)-1 untuk mendeteksi dini adanya infeksi kusta. Antigen ini merupakan antigen baru yang menunjukkan kemampuan deteksi dini infeksi kusta bahkan sebelum muncul gejala klinis. 

Serum dari 35 pasien kusta diambil dari Surabaya, Indonesia dievaluasi menggunakan Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) untuk mendeteksi adanya antibodi IgG terhadap antigen LID-1. Dari hasil tersebut didapatkan, kadar antibodi anti-LID-1 berkorelasi terhadap bentuk klinis kusta maupun indeks bakteriologis. IgG spesifik LID-1 menunjukkan respons yang lebih tinggi pada pasien kusta tipe multi basiler (MB) dibanding pasien kusta tipe pausi basiler (PB).

Di negara endemis penyakit kusta seperti Indonesia, pemeriksaan penunjang yang dapat membantu deteksi dini penyakit kusta sangat penting. Pemeriksaan serologis yang mudah dilakukan untuk mendeteksi infeksi M. leprae asimptomatis dapat membantu untuk mengontrol serta eradikasi penyakit kusta. Data penelitian kami menunjukkan bahwa ditemukannya antibodi IgG terhadap antigen LID-1 dapat menjadi pilihan yang efektif dalam program kontrol penyakit kusta di daerah yang terpencil.

Penulis : dr. Sawitri,Sp.KK(K)

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat di tulisan kami di:

https://www.pagepress.org/journals/index.php/dr/article/view/8018

Herwanto, N., Sawitri, S., Sigit Prakoeswa, C. R., Izumi, S., Duthie, M., & Agusni, I. (2019). Potential for serodiagnosis of indonesian leprosy patients by detecting antibodies against LID-1. Dermatology Reports,11(1s). https://doi.org/10.4081/dr.2019.8018

Berita Terkait

Feri Fenoria Rifai

Feri Fenoria Rifai

Leave Replay

Close Menu