UNAIR Kampus Pertama di Asia Tenggara Ikuti Proses Akreditasi APHEA

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ASESOR dari APHEA di sela visitasi prodi S1 Kesehatan Masyarakat. (Foto: Alif Fauzan)

`

UNAIR NEWS – Akreditasi internasional program studi menjadi salah satu keharusan kampus untuk bersaing di kancah internasional. Menyesuaikan berbagai tuntutan zaman dan sebagai pengakuan internasional, UNAIR terus mendorong prodi-prodi yang dimiliki menuju akreditasi bertaraf internasional.

Hingga kini, tercatat ada 40 program studi di UNAIR yang telah terakreditasi internasional dalam berbagai versi. Setelah melewati validasi kurikulum selama satu tahun, kali ini, proses akreditasi internasional itu dilakukan untuk prodi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Prodi S1 Kesehatan Masyarakat menjalani visitasi akreditasi internasional Agency for Public Health Education Accreditation (APHEA) pada Rabu (2/10/2019) bertempat di Kampus C UNAIR. Selama tiga hari, empat orang asesor APHEA akan melakukan peninjauan ke FKM UNAIR. Di antaranya mereka akan melakukan interview kepada pimpinan UNAIR, pimpinan fakultas, pimpinan program studi, alumni, dan juga mahasiswa.

“(supaya, Red) Diakui secara internasional. Supaya kita lebih mudah melakukan kerja sama internasional. Terutama pada proses transfer program dan student exchange. Riset dan publikasi juga lebih mudah karena kita lebih dikenal,” ucap Dr. Diah Indriani S.Si, M.Si Koordinator Prodi S1 Kesehatan Masyarakat.

Diah melanjutkan, dari list akreditasi prodi di seluruh dunia, UNAIR tercatat sebagai kampus pertama di Asia Tenggara yang menjalani proses akreditasi APHEA. Tentu, ini adalah sebuah kebanggan tersendiri bagi seluruh sivitas Kesehatan Masyarakat UNAIR.

Dalam akreditasi itu, beberapa proses harus dijalani. Pertama, validasi kurikulum dan pemetaan kurikulum. Kurikulum yang ada harus terstandar kurikulum yang dimiliki APHEA. Kemudian, baru dilakukan validasi kurikulum.

Proses kedua, penyusunan self evaluation document, penyusunan validasi dokumen, review dokumen, menulis self evaluation document, baru dilakukan visitasi. Keseluruhan proses tersebut paling tidak memakan waktu hingga satu tahun lamanya.

Setelah menjalani visitasi, pengumunan akreditasi akan keluar dalam 3-4 bulan ke depan. Hasilnya, akreditasi akan muncul dalam dua kriteria, parsial atau full. Jika parsial, maka ada beberapa bagian yang perlu untuk diperbaiki lagi. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu