Pernyataan Konsensus dalam Mengobati Cedera Otak Traumatik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh innerself.com

Cedera otak traumatis/ traumatic brain injury (TBI) adalah masalah kesehatan masyarakat dan sosial ekonomi utama di seluruh dunia. Menurut World Health Organisation (WHO), lebih dari 5 juta orang meninggal setiap tahun akibat trauma, yang merupakan 9 persen dari kematian dunia. Dalam 10 tahun terakhir, komunitas TBI telah menyaksikan berbagai upaya penelitian, termasuk beberapa percobaan acak untuk menangani aspek kraniektomi dekompresi/ decompressive craniectomy (DC) seperti teknik bedah, waktu dan indikasi pada populasi pasien yang berbeda.

Dua uji coba yang bersifat internasional dan membahas pertanyaan klinis yang berbeda untuk menilai efektivitas kraniektomi dekompresi (DC) setelah cedera otak traumatis(TBI) diperkenalkan dalam beberapa tahun terakhir: DECRA pada 2011 dan RESCUEicp pada 2016. DECRA menilai kemanjuran bi-frontotemporoparietal DC pada pasien TBI dewasa dengan diffuse brain injury, misalnya tidak ada lesi massa yang memerlukan evakuasi bedah, di mana perawatan intensif tingkat pertama dan terapi bedah saraf belum mempertahankan tekanan intrakranial/ intracranial pressure (ICP) di bawah target yang diterima. Sedangkan RESCUEicp menilai kemanjuran DC setelah terapi tingkat pertama dan kedua gagal mengendalikan hipertensi intrakranial yang sulit disembuhkan dan berkelanjutan pada pasien TBI.

Karena hasil uji coba tersebut memunculkan perdebatan di antara dokter dan peneliti yang bekerja di bidang TBI di seluruh dunia, maka dirasa perlu untuk memberikan panduan umum tentang penggunaan DC setelah TBI, dan mengidentifikasi bidang-bidang ketidakpastian yang sedang berlangsung melalui pendekatan berbasis konsensus.

Pertemuan konsensus Internasional yang membahas tentang peran kraniektomi dekompresi (DC) dalam pengelolaan cedera otak traumatik (TBI) berlangsung di Cambridge, Inggris, pada tanggal 28 dan 29 September 2017. Pertemuan tersebut diselenggarakan bersama oleh World Federation of Neurosurgical Societies (WFNS), AO/Global Neuro, dan Kelompok Riset Kesehatan Global NIHR tentang Neurotrauma.

Para peserta yang diundang melakukan pembahasan mengenai bukti-bukti yang sudah diterbitkan sebelumnya, serta mengusulkan pernyataan konsensus. Pernyataan yang diusulkan membutuhkan ambang batas/ threshold lebih dari 70% dengan blind voting untuk persetujuan akhir. Hasil dari pernyataan konsensus pada ke-enam tema tersebut. Pertama, DC primer untuk lesi massa meliputi 8 pernyataan konsensus mengenai DC primer untuk lesi massa dan 2 area ketidakpastian tentang DC primer untuk lesi massa. Kedua,  DC sekunder untuk hipertensi intrakranial, meliputi 12 pernyataan konsensus mengenai DC sekunder untuk hipertensi intrakranial. Ketiga, perawatan perioperatif,  meliputi 8 pernyataan konsensus mengenai perawatan perioperatif. Keempat, teknik bedah, meliputi 5 pernyataan konsensus mengenai teknik bedah pada DC dan 6 area ketidaksepakatan atau ketidakpastian mengenai teknik bedah pada DC. Kelima, rekonstruksi tengkorak (cranioplasty) meliputi: – 6 pernyataan konsensus mengenai rekonstruksi tengkorak (cranioplasty) dan 3 area ketidaksepakatan atau ketidakpastian mengenai rekonstruksi tengkorak (cranioplasty). Keenam, DC di negara berpenghasilan rendah dan menengah, meliputi 6 pernyataan konsensus mengenai DC di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Artikel ini menyajikan rekomendasi akhir berdasarkan konsensus tentang penggunaan Kraniektomi Dekompresi (DC) setelah cedera otak traumatis(TBI). Penulis juga telah mengidentifikasi bidang-bidang ketidakpastian, di mana diperlukan penelitian lebih lanjut, termasuk peran DC primer, peran hinge craniotomy (HC), dan waktu serta bahan yang optimal untuk rekonstruksi tengkorak.

Penulis: dr. Tedy Apriawan, Sp.BS.

Informasi detail dari publikasi ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://doi.org/10.1007/s00701-019-03936-y

Authors: Peter J. Hutchinson, Angelos G. Kolias, Tamara Tajsic, Amos Adeleye, Abenezer Tirsit Aklilu, Tedy Apriawan, Abdul Hafid Bajamal, Ernest J. Barthélemy, B. Indira Devi, Dhananjaya Bhat, Diederik Bulters, Randall Chesnut, Giuseppe Citerio, D. Jamie Cooper, Marek Czosnyka, Idara Edem, Nasser M.F. El-Ghandour, Anthony Figaji, Kostas N. Fountas, Clare Gallagher, Gregory W.J. Hawryluk, Corrado Iaccarino, Mathew Joseph, Tariq Khan, Tsegazeab Laeke, Oleg Levchenko, Baiyun Liu, Weiming Liu, Andrew Maas, Geoffrey T. Manley, Paul Manson, Anna T. Mazzeo, David K. Menon, Daniel B. Michael, Susanne Muehlschlegel, David O. Okonkwo, Kee B. Park, Jeffrey V. Rosenfeld, Gail Rosseau, Andres M. Rubiano, Hamisi K. Shabani, Nino Stocchetti, Shelly D. Timmons, Ivan Timofeev, Chris Uff, Jamie S. Ullman, Alex Valadka, Vicknes Waran, Adam Wells, Mark H. Wilson, Franco Servadei. 2019. Consensus statement from the International Consensus Meeting on the Role of Decompressive Craniectomy in the Management of Traumatic Brain Injury. Acta Neurochirurgica (2019) 161:1261–1274. Review Article – Conference Report.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu