Memaknai Upgrading bagi Pengurus AUBMO UNAIR Banyuwangi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Foto bersama pengurus AUBMO PSDKU dalam kegiatan Upgrading. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Setengah periode telah dilalui oleh “Kabinet Kita” di bawah pimpinan Sabrina Fauziah Prayoga sebagai ketua Organisasi Bidikmisi Universitas Airlangga (AUBMO) Program Studi di Luar Kampus (PSDKU) di Banyuwangi tahun 2019. Berbagai program kerja dari setiap kementerian dan evaluasi telah terlaksana sampai saat ini. Untuk memaksimalkan kinerja pada sisa masa periode kali ini, AUBMO PSDKU kembali melaksanakan kegiatan upgrading kedua.

Bertempat di ruang kuliah B203 kampus Giri, pada akhir September telah terlaksana upgrading pengurus dengan mendatangkan pemateri yaitu Ahmad Rojul selaku Kepala Departemen Kajian Strategis Keluarga Mahasiswa PSDKU UNAIR di Banyuwangi.

Kepada UNAIR NEWS, Rojul sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa suatu organisasi tidak dapat berjalan maksimal apabila antar sesama pengurus tidak bisa saling bekerja sama. Kerja sama yang diharapkan yaitu bekerja untuk kesejahteraan semua anggota AUBMO.

Rojul menyebut, semakin kesini AUBMO sudah sangat baik dalam mengelola hubungan internal maupun eksternalnya. Asas kekeluargaan dan public serviceharus semakin ditingkatkan agar AUBMO ke depannya lebih solid dan pelayanan yang diberikan bermanfaat bagi semua anggota.

“Kegiatan upgrading yang dilaksanakan tidak lagi harus berorientasi kepada bagaimana membangun kerekatan antar pengurus, karena seharusnya kerekatan pengurus pasti terbentuk dan tuntas dari berbagai kegiatan seperti rapat dan event-nya AUBMO,” ujar mahasiswa FKH tersebut.

Berbicara mengenai upgrading, Rojul lebih menekankan bahwa dalam sebuah organisasi, perlunya meng-upgrade pengetahuan dan kapasitas pengurus sebagai seorang organisator adalah inti dalam upgrading. Oleh karena itu, upgrading seharusnya diisi dengan diskusi-diskusi masalah keorganisasian. Selain itu, tambahnya, saling terbuka atau welcome antar satu pengurus dengan yang lain serta menerima segala bentuk kekurangan merupakan salah satu indikator keberhasilan dari upgrading.

“Menjadi seorang organisator ditengah kesibukan perkuliahan merupakan suatu tantangan tersendiri, keseimbangan antara akademik dan non akademik harus tetap dijaga,” imbuhnya.

Melalui upgrading, setelah kapasitas pengurus tercapai, tantangan selanjutnya yaitu pengkaderan pengurus. “Harapan kita bersama, pengurus pada periode berikutnya jauh lebih baik dari periode sebelumnya,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Suryadiningrat

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu