Usung Tema Wirausaha Laboratorium Medis di HUT ke-44

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Edi Yani Yusuf, S.KM., M.M. (kanan, berbatik) menjadi pembicara dalam perayaan HUT ke-44 D3 Teknik Laboratorium Medis. (Foto: Fida Aifiya)

UNAIR NEWS – Program Studi (prodi) D3 Teknik Laboratorium Medis merayakan Hari Ulang Tahun yang ke-44. Perayaan berlangsung di Restoran Double Happiness Jumat malam (27/9/2019). Acara bertajuk Dinamis 44 tersebut mengusung tema entrepreneurship di bidang laboratorium medis.

Acara ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa (HIMA) D3 Teknik Laboratorium Medis sebagai program kerja (proker) di pengujung kepengurusan. Dalam proker akhir ini, Amalia Aprilina selaku ketua HIMA berharap para mahasiswa D3 Teknik Laboratorium Medis tidak hanya selebrasi dan menutup kepengurusan, tapi juga belajar dari materi entrepreneurship acara tersebut.

Hadir dalam acara itu sebagai pemateri adalah Edi Yani Yusuf, S.KM., M.M. Edi adalah alumnus D3 Teknik Laboratorium Medis UNAIR tahun 1988 yang kini telah sukses dengan bisnis laboratorium medis. Laboratorium medis Edi meliputi Media Husada Surabaya, Media Diagnostika Surabaya, Media Mandiri Husada, Surabaya Medical Service, hingga Tri Anugerah Rizki Gemilang yang beroperasi di Jakarta dan berkedudukan di Semarang.

Edi bercerita bahwa dulunya, orangtuanya adalah guru. Sebagai anak yang tumbuh dari keluarga sederhana, Edi terinspirasi untuk bekerja keras supaya hidupnya lebih baik. Kerja kerasnya ini dengan cara melakukan wirausaha laboratorium medis. Baginya, memang tidak mudah mendirikan sebuah laboratorium medis.

“Misalnya Pramita itu kalau bangun lab, hanya lab saja, belum instrumennya, bisa sampai sembilan sampai sepuluh miliar,” ungkap Edi.

Edi sendiri tidak tiba-tiba bisa mendirikan lab medis. Mulanya, ia bekerja di Pramita. Tetapi karena tuntutan kerja di laboratorium medis mengharuskannya berangkat pukul enam pagi dan pulang larut, Edi pun mulai berpikir untuk mendirikan lab sendiri. Kesempatan itu akhirnya ia ambil ketika terjadi krisis 1998, ketika semua orang bingung melamar kerja, Edi pilih membuka usaha.

Kepada adik-adik sesama D3 Teknik Laboratorium Medis, Edi berpesan agar selalu punya mimpi, bekerja keras, dan jangan takut mengambil risiko. Menurutnya, pada dasarnya pengusaha itu harus berani nekat. Tapi, selain nekat, perlu juga diperhatikan, kalau bisa perbanyak membaca buku untuk memperdalam ilmu dan dirikanlah usaha di bidang yang disukai atau dimengerti. (*)

Penulis: Fida Aifiya

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu