Produk Herbal Berpotensi Cegah Penuaan Dini pada Kulit

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sumber foto: Istimewa
Sumber foto: Istimewa

Kulit adalah organ terluar dan terbesar dari tubuh manusia, kurang lebih 1/6 dari total berat tubuh. Kulit memiliki peran sebagai pelindung fisik terhadap mikroorganisme berbahaya, zat beracun, dan radiasi sinar ultraviolet (UV). Kulit juga berperan dalam pengaturan kadar air dan suhu tubuh. Perubahan pada kulit akan mempengaruhi tidak hanya secara fisiologis, tetapi juga secara psikologis sehingga kulit mempunyai peranan yang penting dalam menentukan kualitas hidup manusia.

Penuaan Dini

Penuaan merupakan suatu proses yang alamiah dan tidak dapat dihindari. Namun, pada beberapa kasus, proses penuaan terjadi lebih cepat dari yang seharusnya. Proses seperti ini disebut penuaan dini.

Penuaan dini pada kulit adalah proses kompleks yang disebabkan oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik yang dapat menyebabkan perubahan pada struktural dan fungsional kulit. Penuaan dini pada kulit dapat mempengaruhi seseorang baik secara fisik, fisiologis, maupun psikologis. Tanda-tanda penuaan pada kulit dapat terlihat dengan munculnya kerutan atau garis-garis halus, terutama pada wajah, di area sudut mata, kening, dan sekitar bibir. Memahami proses penuaan kulit akan dapat memberikan pemahaman untuk melakukan pencegahan, regenerasi, dan penundaan terjadinya penuaan dini pada kulit.

Potensi herbal

Penggunaan herbal dalam produk perawatan kulit dan kosmetik telah dikenal sejak lama. Potensi herbal dalam produk perawatan dan pencegahan penuaan kulit dapat melalui aktivitas farmakologi dari kandungan senyawa di dalamnya. Berbagai senyawa tersebut dapat berfungsi sebagai antioksidan, agen anti-photo-aging, anti-inflamasi, merangsang proliferasi sel kulit, modulator kolagen dan sintesis elastin dan penghambat produksi melanin.

Beberapa contoh senyawa metabolit sekunder pada tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan adalah terutama senyawa golongan fenolik seperti katekin, isoflavon, proanthocyanidin, dan anthocyanin, senyawa golongan asam fenolat seperti asam benzoat, galat, dan sinamat, dan senyawa golongan stilbene seperti stilbene. Kandungan senyawa antioksidan ini memiliki aktivitas menangkap radikal bebas, bertindak sebagai pengkhelat terhadap ion logam seperti besi dan tembaga, penghambat aktivitas beberapa enzim redoks sehingga dapat menghambat kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas.

Paparan sinar UV dapat menyebabkan gangguan kulit seperti kulit terbakar atau eritema, kerusakan kolagen dan elastin yang dapat menimbulkan keriput dan merusak kelenturan kulit serta menyebabkan penebalan epidermis dan hiperpigmentasi. Senyawa metabolit sekunder selain sebagai antioksidan juga dapat berfungsi sebagai tabir surya, menghambat enzim kolagenasi, tyrosinase dan MMPs, dapat meningkatkan proliferasi dan produksi kolagen dalam fibroblast sehingga meminimalkan kerusakan karena paparan sinar UV.

Senyawa-senyawa yang menunjukkan aktivitas perlindungan terhadap kulit dengan berbagai aktivitas terdapat dalam berbagai spesies tanaman. Senyawa polifenol seperti proanthrocyanidin, asam kuinat, asam kafeat, kafein dan asam klorogenat banyak terdapat dalam tanaman dari famili kopi. Asam ferulat banyak terdapat dalam biji-bijian utuh, bayam, peterseli dan anggur. Resveratrol yang merupakan senyawa stilben merupakan kandungan utama biji anggur. Senyawa karotenoid seperti β-karoten, lycopene, canthaxanthin, dan lutein banyak terdapat dalam tomat, wortel, dan alga. Senyawa cathecin, epicatechin, procyanidins B1 dan B2 banyak terdapat dalam teh hijau diketahui memiliki aktivitas penghambatan terhadap MMPs.

Produk herbal

Saat ini terdapat banyak produk perawatan kulit yang menggunakan ekstrak herbal. Baik untuk penggunaan dengan secara oral seperti diminum atau dimakan maupun digunakan secara topikal pada kulit, yang difungsikan untuk meningkatkan atau menjaga kesehatan kulit. Produk yang digunakan secara topikal dikenal sebagai “cosmeceutical“, sedangkan produk digunakan secara oral dikenal sebagai “nutricosmeceutical“. Keduanya memiliki bukti ilmiah tentang efektivitas dan keamanannya.

Produk cosmeceutical mengandung bahan bioaktif untuk meningkatkan tingkat perlindungan kulit terhadap radikal bebas sehingga akan mencegah kerusakan karena paparan sinar UV. Bentuk sediaan cosmeceutical mirip dengan produk kosmetik, namun produk ini ditujukan untuk mengatasi masalah penuaan wajah, terutama keriput, hiperpigmentasi, kekasaran kulit, eritema, kekeringan, kerutan, dan kulit kendor.

Produk nutricosmeceutical merupakan suatu inovasi baru yang merupakan suatu produk nutrisi yang memiliki efek kosmetik, terutama efek anti penuaan. Bahan-bahan yang mengandung karotenoid, polifenol, vitamin, asam lemak esensial dan zat-zat pre- dan probiotik, yang telah banyak digunakan dalam produk topikal untuk memperbaiki kondisi kulit, diharapkan dapat menunjukkan aktivitas yang sama ketika dikonsumsi dalam bentuk minuman atau makanan. Telah banyak dibuktikan bahwa makanan yang kaya antioksidan ternyata memiliki peran dalam menjaga kesehatan dan menunda proses penuaan.

Penggunaan herbal dalam produk cosmeceutical dan nutricosmeceutical merupakan perpaduan yang lengkap untuk mendapatkan kesehatan kulit dari dalam dan luar untuk memenuhi keinginan konsumen dalam mendapatkan produk yang dapat “meningkatkan”, “mempertahankan” dan “menunda” efek penuaan pada penampilan mereka. (*)

Penulis: Dr. Idha Kusumawati, S.Si., Apt., M.Si.

Informasi detail riset ini dapat diakses pada artikel kami di:

https://link.springer.com/chapter/10.1007%2F978-3-030-25650-0_9

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/31493227

PMID: 31493227

DOI: 10.1007/978-3-030-25650-0_9

Mega Ferdina Warsito, Idha Kusumawati. 2019. The Impact of Herbal Products in the Prevention, Regeneration and Delay of Skin Aging. Adv.Exp.Med.Biol. 1178:155-174 (Scopus Q2)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu