Dosen Fakultas Psikologi UNAIR Gagas Pelatihan Bunda PAUD di Kecamatan Krembangan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
BUNDA PAUD di Kecamatan Krembangan saat mengikuti pelatihan pengasuhan anak yang digagas oleh tim pengabdian masyarakat Fakultas Psikikologi Universitas Airlangga. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Sebagai wujud kepedulian terhadap pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), tim pengabdian masyarakat Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Airlangga (UNAIR) yang digawangi oleh Dr. Hamidah, M.Si., mengadakan pelatihan bertajuk Membangun Karakter Tangguh Melalui Pengasuhan Positif pada Sabtu (21/9) hingga Minggu (22/9). Bertempat di Akademi Keperawatan Sutopo, Krembangan, Surabaya, pelatihan itu dihelat dengan untuk mengembangkan kompetensi tenaga pengajar atau kerap disapa Bunda PAUD yang tergabung dalam Pos PAUD Terpadu (PPT).

Menurut Hamidah, PPT merupakan lembaga pendidikan informal hasil besutan Dyah Katarina yang dibentuk sejak 2005 silam. “Bu Dyah adalah istri mantan Walikota Surabaya, Bambang Dwi Hartono, sekaligus alumnus FPsi UNAIR. Beliau merintis PPT guna memberikan fasilitas pendidikan kepada anak-anak yang tidak terdidik secara maksimal di rumah. Selain itu, Bu Dyah memang fokusterhadap topik PAUD, bahkan menjadikannya kajian dalam disertasi,” terangnya.

Hamidah berujar, gagasan untuk mengadakan kegiatan itu muncul dari keprihatinannya terhadap perilaku masyarakat yang saat ini cenderung susah diatur, kerap melanggar aturan, serta tidak peduli terhadap bahaya di lingkungan sekitar. Pengajar di Departemen Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental itu lantas melakukan kajian guna memperoleh informasi mengenai akar dari persoalan tersebut. Dalam temuannya, ia mengemukakan hasil bahwa hal itu terjadi di masyarakat akibat proses pembelajaran yang kurang sesuai.

“Proses pembelajaran yang kurang sesuai dapat terjadi baik pada anak-anak maupun orang dewasa melalui orangtua atau pihak lain. Oleh karena itu, saya merumuskan bahwa yang harus dicermati adalah persoalan pengasuhan di rumah juga luar rumah. Artinya, pengasuhan harus dilakukan di rumah, baru kemudian diperkuat di luar,” imbuh Hamidah.

Nantinya, kegiatan itu juga dapat didesiminasikan ke wilayah lain di Surabaya dengan mengadopsi pola-pola yang sama. Ia mengatakan jika Dyah Katarina pun mendukung hal itu. Rencananya, mulai bulan depan Hamidah akan bergerak untuk melakukan sosialisasi terkait pengasuhan keluarga kepada Bunda PAUD lainnya di luar Kecamatan Krembangan.

“Total partisipan kemarin sekitar 60 orang. Beberapa materi yang di bahas antara lain tentang pola pengasuhan positif yang sehat dan cerdas. Kemudian, kami juga ajak mereka untuk menghasilkan karya dalam bentuk gambar berisi pesan serta pesan mengenai pengalaman mengasuh anak. Rencananya, akan disatukan dalam bentuk buku,” tuturnya.

Nantinya, para Bunda PAUD ini akan ditugaskan untuk mengimplementasikan pola pengasuhan yang telah diajarkan kepada keluarga anak-anak PAUD. Selama itu, mereka juga difasilitasi dengan grup whatsapp sebagai wadah konsultasi, monitoring, dan evaluasi. Sepanjang kegiatan pengabdian masyarakat, ia akan dibantu oleh sejumlah mahasiswa FPSi UNAIR beserta Wakil Dekan I FPSi UNAIR, Dr. Nur Ainy Fardana N., M.Si.

“Saya tidak bisa berharap banyak karena membangun perilaku itu tidak mudah dan perlu waktu. Minimal bunda PAUD tau bagaimana pola pengasuhan yang efektif, sehat, bahagia, serta suportif. Jadi anak dapat menjadi pribadi yang santun, kokoh, titik rapuh juga berjiwa besar. Ketika anak seperti itu, diharapkan dia mampu mengantisipasi persoalan yang akan dihadapinya kelak secara perlahan-lahan,” pungkas Hamidah. (*)

Penulis : Nabila Amelia

Editor : Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu