Dosen Psikologi UNAIR Gelar Pengmas dengan Guru BK di Kabupaten Jember

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dr. A. Chusairi saat menyampaikan materi. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan pendidikan dan remaja, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Airlangga yang diketuai  oleh Bapak Dr. Achmad Chusairi, S.Psi., MA. mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas guru Bimbingan Konseling (BK) se-Kabupaten Jember. Kegiatan ini bertujuan agar guru mampu menguatkan perkembangan  siswa-siswi mereka ke arah yang lebih positif. 

Kegiatan ini diikuti puluhan guru Bimbingan Konseling (BK) dari SMA se-Kabupaten Jember. Tepatnya diselenggarakan selama 2 hari di SMA Negeri 4 Jember pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 14 dan 15 September. 

Pemateri utama pada pelatihan ini adalah Dr. Achmad Chusairi sebagai pakar di bidang Perkembangan Remaja Positif. Kegiatan pelatihan berjalan lancar dan dinamis. Peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan.

Sebagai upaya keberlanjutan pelatihan, pada sesi terakhir peserta diminta membuat desain kegiatan PRP di sekolah. Harapannya desain tersebut dapat diemplementasikan kepada siswa didik di sekolah masing-masing. Kedepan, diharapkan kegiatan ini tidak hanya mencakup guru-guru BK tetapi juga guru-guru mata pelajaran yang lain sehingga dapat meningkatkan kualitas pengajaran pendidik dan mendukung perkembangan remaja kearah yang lebih positif.

Remaja dalam perspektif psikologi tidak semata-mata dipandang sebagai tahap perkembangan yang beresiko. Pandangan psikologi yang lebih positif memandang remaja sebagai tahap perkembangan yang juga mengandung kapasitas dan kemungkinan-kemungkinan (oportunity) positif. Perspektif psikologi yang memandang remaja memiliki suatu kapasitas dan kemungkinan-kemungkinan yang positif dikenal sebagai perspektif Perkembangan Remaja Positif (PRP) atau Positive Youth Development (PYD). Perspektif ini lah yang diajarkan sebagai bahan materi dan diskusi kepada guru-guru BK.

PRP berlandaskan dari hasil penelitian mengenai karakteristik remaja positif. Dari penelitian tersebut, dikengembangkanlah sebuah model kapasitas diri remaja positif yang terdiri atas lima aspek yang dikenal sebagai 5C yaitu: (1) kompetensi (competence), (2) kepercayaan diri (confidence), (3) hubungan dengan orang lain (connection), (4) karakter (character), dan (5) rasa peduli/kepedulian dan kesungguhan (caring and compassion). Kelima komponen tersebut dianggap sebagai faktor yang mempengaruhi kualitas remaja sebagai seorang pribadi, termasuk sebagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan remaja untuk memasuki dunia kerja.

Salah satu lingkungan sosial utama dimana remaja belajar dan mengembangkan dirinya secara positif adalah di sekolah. Dalam konteks ini peran guru di sekolah sebagai sumber pengetahuan, pengetahuan dan model bagi remaja mengembangkan diri secara positif menjadi sangat penting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan upaya untuk membekali dan meningkatkan kemampuan guru dalam mendampingi remaja di sekolah mengembangkan dirinya secara positif . Pelatihan ini dilaksanakan dengan melibatkan ahli psikologi yang berkompeten dan menggunakan modul standar yang berisi konsep, contoh perilaku, permainan peran, dan instrumen evaluasi.

Penulis: Tim Pengmas Fakultas Psikologi

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu