Kolaborasi dengan Zambert English Course, BEM FEB Tingkatkan Pengetahuan TOEFL Masyarakat Surabaya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PESERTA TOEFL Akbar sedang Mengerjakan Latihan Soal. (Foto: Istimewa)
PESERTA TOEFL Akbar sedang Mengerjakan Latihan Soal. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS –  Berlangsungnya era globalisasi menuntut warga dunia untuk mampu menguasai bahasa asing, terutama bahasa Inggris demi tujuan berkomunikasi. Tantangan itu masih menjadi hal yang memberatkan bagi sebagian orang yang belum mampu berbahasa Inggris dengan baik.

Menyikapi permasalahan tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar TOEFL AKBAR UNAIR 2019 untuk warga Surabaya maupun mahasiswa di Surabaya. Event itu berlangsung pada Sabtu-Minggu (21–22/9/19) di Gedung Pusat Bahasa Kampus B, UNAIR, dan diikuti 1.200 peserta.

Menurut Bagas Dipa Bramasta selaku menteri Keilmuan dan Ekonomi Kreatif BEM FEB 2019, pada kesempatan ini, BEM FEB menggandeng Zambert English Course dari Semarang sebagai mitra. Program tersebut dilakukan dengan alasan pada era global ini selain teknologi, kita semakin tidak terpisahkan oleh bahasa Inggris.

“Bahasa Inggris telah menjadi bahasa universal di seluruh dunia yang memungkinkan orang-orang dari negara, bahasa, dan kebudayaan yang berbeda untuk berkomunikasi. Bahasa Inggris kini dapat kita temui di manapun, baik penggunaannya di sosial media, perkuliahan, bahkan dari percakapan sehari-hari,” tuturnya.

Nyatanya kini bahasa Inggris juga berperan krusial dalam dunia bisnis dan pekerjaan serta menjadi salah satu syarat utama jika ingin mendapatkan beasiswa, khususnya ke luar negeri. Untuk mendapatkan pengakuan resmi atas kemampuan bahasa Inggris, siapapun dapat mengambil ujian bahasa Inggris resmi seperti TOEIC, TOEFL, dan IELTS.

Umumnya saat ini standardisasi yang digunakan adalah TOEFL dan IELTS. Sertifikat dua test tersebut dapat dipakai untuk mendaftar beasiswa maupun pekerjaan di berbagai instansi, baik instansi nasional maupun multi-nasional yang sangat banyak diminati. Bahkan, memiliki sertifikat TOEFL atau IELTS dengan nilai yang baik seolah menjadi kewajiban yang harus dimiliki.

“Pada program ini diawali dengan pelatihan pengerjaan TOEFL seperti tips dan trik listening, grammar and structure, hingga reading. Hari berikutnya diadakan tes TOEFL Prediction untuk mengetahui dan menguji kemampuan berbahasa Inggris peserta,” jelas Bagas.

Perlu diketahui program TOEFL AKBAR UNAIR 2019 itu termasuk ke dalam rangkaian program kerja English Development (E-Dev) dari BEM FEB UNAIR 2019 dan Zambert English Course. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat serta pengetahuan peserta perihal pentingnya TOEFL. Selain itu, semoga dapat membantu dan mewadahi masyarakat dalam memaksimalkan potensi bahasa Inggris mereka dan meraih skor TOEFL yang baik. (*)

Penulis: Muhammad Wildan Suyuti

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu