Maraknya Berita Palsu Gugah D3 Perpustakaan Sosialisasikan Hoaks ke Warga

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
USTAD M. Mambaul Ulumiddin M.Pd.I ketika memberikan materi pada acara sosialisasi literasi kritis untuk mencegah hoax pada Sabtu (21/9/2019). (Foto : istimewa)

UNAIR NEWS – Perkembangan teknologi yang semakin pesat menyisakan keresahan di kalangan masyarakat, terutama orang tua yang saat ini lumrah kita dapati menggunakan gawai. Pasalnya, kemajuan teknologi dibarengi dengan maraknya beredar berita hoax. Yang lebih parah, jumlah informasi yang ada sangat banyak dan penyebarannya susah dikontrol.

Atas dasar tersebut,Dosen Program Studi (Prodi) D3 Perpustakaan tergugah untuk mengatasi keresahan masyarakat terhadap beredarnya berita hoax.“Namanya orang tua, apalagi di perkampungan padat penduduk membuat mereka juga semampunya pakai teknologi. Belum bisa membedakan mana hoax mana opini dan mana fakta”, ujar Muhammad Rifky, dosen D3 Perpustakaan ketika diwawancarai usai acara.

Tepatnya pada Sabtu, (21/9/2019), Prodi D3 Perpustakaan melaksanakan pengabdian masyarakat (Pengmas) sosialisasikan hoax kepada warga. Mengusung “Literasi Kritis Untuk Mencegah Hoax”, acara tersebut dilaksanakan di Jl.Karangmenjangan V,Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya.

Sosialisasi itu bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih kritis terhadap suatu berita. “Tujuannya untuk memberikan pengetahuan dasar bagi orang tua, supaya bisa membedakan sebuah informasi fakta atau hoax, sehingga mereka tidak malah menyebarkan hoax”, terangnya.

Terbagi menjadi tiga sesi, pemateri yang hadir diantaranya adalah Ustad M. Mambaul Ulumiddin M.Pd.I; Johan Wahyudi. S.H; dan Muhammad Rifky Nurpratama. S.IIP. M.A yang merupakan dosen Prodi D3 Perpustakaan UNAIR.

Pada acara itu, warga diberikan sosialisasi dari dua sudut pandang, yakni agama dan hukum. Sebagai ahli hukum, Johan Wahyudi menyampaikan beberapa hal mengnai hukum penyebaran berita hoax di Indonesia.

Dalam pemaparannya, Ustadz Manba’ul Ulum mengatakan bahwa dalam islam penyebaran informasi juga memiliki aturan. “Dalam menerima berita, alangkah baiknya jika kita bertabayyun (menganalisa terlebih dahulu, Red)”, katanya.

Pada akhir acara, Muhammad Rifky Nurpratama selaku Dosen Prodi D3 Perpustakaan menyampaikan beberapa tips untuk menghindari berita bohong kepada warga. Rifky juga mengajak warga untuk lebih kritis terhadap sebuah informasi.  Terlihat, warga antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir.

Melalui kegiatan itu, warga juga dihimbau untuk dapat mencari sumber berita yang terpercaya dan bisa dipertanggungjawabkan kebenaranya. “Kami berharap, minimal para orang tua khususnya warga Karangmenjangan V dapat membedakan informasi hoax dan fakta. Serta juga berhenti menyebarkan hoax”, pungkas Rifky. (*)

Penulis : Erika Eight Novanty

Editor : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu