Bisnis Sukses Tidak Perlu Modal Besar

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
M. Ali Irsyad diberikan penghargaan di penghujung materinya. (Foto : Pradnya Wicaksana)

UNAIR NEWS – Mengutip pepatah jawa lama yaitu ‘Jer Basuki Mawa Beya’ yang berarti bahwa segala sesuatu membutuhkan biaya, tentunya bisnis bukan pengecualian. Seringkali, impian bisnis anak muda terhenti hanya karena kesulitan mencari modal.

Namun, ditengah pesatnya perkembangan revolusi industri 4.0, sudah banyak yang bisa membuktikan bahwa bisnis yang sukses tidak selalu perlu modal besar. Salah satunya adalah M. Ali Irsyad, CEO dari Ijad Farm, yang bergerak dalam bisnis ternak hewan kurban.

Dalam acara School of Business, dia menceritakan sejarah awal Ijad Farm yang dirintis sekitar 7 tahun yang lalu  hanya dengan modal 250 ribu rupiah ketika dia sedang mengenyam pendidikan menengah atas di SMA Negeri 5 Surabaya. Mereka sadar bahwa 250 ribu itu jelas tidak cukup untuk membeli hewan kurban, Sehingga mereka menawarkan sebuah jasa membantu memperjualbelikan hewan kurban orang lain. Modal awal itu dihabiskan untuk membuat brosur dan membeli eskrim.

“Kuncinya justru di es krim itu. Es krim itu dulu saya berikan ke teman-teman sekelas dengan syarat mereka mau membantu retweet postingan kurban Ijad Farm,” kata lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga itu

Dengan bantuan promosi teman-temannya yang dalam tanda kutip ‘terkenal’, dalam 2 minggu mereka telah menghasilkan keuntungan sekitar 138 juta. Karena menjanjikan, bisnis startup online itu telah bertahan hingga sekarang.

Ali Irsyad menilai bahwa bisnis adalah tentang peluang dan seberapa mahir kita melihat peluang itu. Dia mengatakan bahwa bisnis yang menjanjikan sering kali berasal dari permasalahan yang ada di masyarakat. CEO Ijad Farm itu juga menjelaskan pentingnya kerja keras dan ketekunan yang tinggi dalam berbisnis serta cara-cara agar membuat pelanggan nyaman dengan apa yang ditawarkan.

“Kita harus mahir membaca peluang dalam permasalahan yang timbul itu, disitu kita menawarkan jasa untuk mempermudah masalah tersebut,” tambahnya sambil tersenyum

School of Business FEB diselenggarakan bersama Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) UNAIR pada Sabtu (21/9/2019) di Aula Parlinah Lt. 3 Perpustakaan Kampus B Universitas Airlangga. KEgiatan itu juga mengundang narasumber lainnya, yaitu Windy Rachmawati, selaku Fasilitator Gapura Digital.

Penulis : Pradnya Wicaksana

Editor : Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu