Menguak Kiprah Perempuan Kekinian Bareng Vokalis HIVI

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
NEIDA Aleida (Vokalis HIVI) saat memberikan materi mengenai perempuan dan kewirausahaan. (Foto: Laurensia)
NEIDA Aleida (Vokalis HIVI) saat memberikan materi mengenai perempuan dan kewirausahaan. (Foto: Laurensia)

UNAIR NEWS – Dalam rangka mendorong semangat kewirausahaan para perempuan dalam mengembangkan ide-ide creativepreneur, Kementerian Pemberdayaan Perempuan (PP) BEM Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar seminar nasional dan talkshow Womenpreneur. Acara yang digelar di Hall ACC pada (22/9/19) tersebut dibagi dalam dua sesi.

Sesi pertama diisi oleh dua pemateri penting, yakni Dr. Tri Siwi Agustina, SE., M.Si selaku kepala Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR serta Koordinator Kewirausahaan PPKK UNAIR dan dr. Irmadita Citrashanty, Sp.KK selaku CEO PT. Aiola Indonesia, Surabaya Skin Care, serta Dosen Fakultas Kesehatan (FK) UNAIR. Sesi kedua talkshow diisi oleh Neida Aleida selaku Owner bisnis Fried Funk serta personil grup HIVI.

Shofi Nilamsari selaku ketua pelaksana membuka acara dengan penyataan singkat mengenai pentingnya peran perempuan dalam dunia kewirausahaan. “Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi menyukseskan acara ini, di samping itu saya harap acara ini mampu menyadarkan kita semua betapa penting dan hebatnya peran perempuan dalam bidang kewirausahaan,” tuturnya

Acara tersebut turut dibuka oleh Aprilia Aris Tanti selaku Menteri PP dan Agung Tri Putra selaku Presiden BEM UNAIR. Dalam sambutannnya, April dan Agung menjebarkan hal senada mengenai peran perempuan yang kini tidak dapat lagi dipandang remeh.

“Saya setuju dengan ucapan April tadi. Ini bukan lagi zamannya perempuan untuk menjadi pribadi di belakang laki-laki. Perempuan pada dasarnya punya kehebatannya sendiri, bahkan bisa dibilang memiliki nilai plus sendiri dibanding laki-laki,” ungkap presiden BEM UNAIR tersebut.

Sementara itu, pada materi pertama yang diisi Dr. Tri Siwi dan dr. Irma, mereka menekankan tiga hal penting dari berwirausaha, yakni networking, mentoring, branding, serta being different. Hal tersebut perlu dilakukan agar bisnis yang dibangun mampu dilihat, terjamin kualitas, serta para perempuan sebagai pengusaha mampu memahami pasar dan membangun usaha yang berbeda daripada yang lain.

Seminar dan talkshow tersebut semakin meriah saat kedatangan Neida selaku pembicara ketiga. Dibuka dengan bincang hangat melalui beberapa bait lagu Remaja milik HIVI, Neida dalam menuturkan hal yang akan membawa seseorang untuk sukses membangun bisnis adalah membangunnya sesuai passion.

“Aku membangun Fried Funk bersama temanku karena kami awalnya hobi makan. HIVI band kami pun juga band yang independen yang mengorganisasi keuangan dan jadwal sendiri, kami tidak dinaungi oleh label. Intinya ikutiapa yang kalian suka dan ahli, maka kalian akan jadi pengusaha yang passionate jika melakukan bisnis yang kalian suka,” tutur vokalis utama HIVI tersebut.

Pada akhir acara, Neida mengingatkan bahwa aset yang paling berharga adalah diri kita sendiri. Hal itulah yang membuat seorang pribadi harus terus berbenah dan mencari nilai plus dalam dirinya.

Sehari sebelum seminar, turut diadakan kompetisi bussiness plan yang menjadi salah satu rangkaian acara Womenpreneur ini. Pada kompetisi tersebut, tim UNAIR berhasil meraih predikat juara kedua melalui inovasi bisnis makanan pesan antar. (*)

Penulis: Intang Arifia

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu