Hebat, Delegasi FH UNAIR Raih Juara II Lomba Peradilan Semu di Semarang

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Delegasi FH UNAIR berhasil meraih juara II dalam National Moot Court Competition (NMCC) Piala Prof. Soedarto VII Universitas Diponegoro di Semarang pada 13-16 September 2019. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR) tak henti-hentinya mengharumkan UNAIR dalam perlombaan tingkat nasional. Kali ini datang dari delegasi FH UNAIR yang menyabet juara II dalam perlombaan National Moot Court Competition (NMCC) Piala Prof. Soedarto VII yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro (UNDIP) pada Jum’at (13/9/2019) hingga Senin (16/9/2019) di Semarang.

National Moot Court Competition (NMCC) merupakan perlombaan simulasi persidangan yang dilakukan seideal mungkin atau biasa disebut perlombaan peradilan semu. Delegasi FH mengirim sebanyak 20 mahasiswa dari angkatan 2016, 2017, dan 2018, yang diketuai oleh Anda Gangga. Dalam kompetisinya, mereka melawan 15 kompetitor dari berbagai kampus di Indonesia.

“Untuk perjuangannya selama kompetisi kita harus melawan 15 kompetitor dari universitas di seluruh Indonesia, dan masuk final itu ketat banget karena kita harus melawan universitas yang sudah pengalaman dalam lomba ini,” ujar Gangga sapaan akrabnya.

Dalam perlombaan peradilan semu itu, delegasi FH UNAIR harus melalui tahap penyisihan yang harus melakukan simulasikan persidangan pidana korupsi. Hal tersebut kemudian mengantarkan ke babak final yang harus melakukan simulasi persidangan pidana cukai dan melawan Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjajaran (UNPAD), dan Universitas Parahyangan (UNPAR) di babak final.

“Perasaan kita seneng banget, karena usaha dan kerja keras kita bersama. Bahkan tidur hanya empat jam tiap harinya dan rela ke sana-sini buat riset dan konsultasi untuk nyiapin perlombaan ini. Dapat Juara II ini bonus banget buat usaha dan proses yang kita lalui,” jawab Gangga.

Dalam mempersiapkan perlombaan peradilan semu ini delegasi FH UNAIR menyisihkan waktu hingga enam bulan lamanya. Dalam kurun waktu itu, mereka melakukan riset tentang korupsi serta mempelajari tahapan-tahapan pemberkasan dan persidangan.

“Persiapan kusus yang kita lakukan selain riset kita juga menghindari makan makanan berminyak dan minum es, sama tiap latihan kita selalu makan kencur biar suaranya merdu,” ucap Gangga.

NMCC Piala Prof. Soedarto VII dinilai oleh empat juri. Mereka terdiri dari praktisi hukum, yaitu hakim, jaksa, dan pengacara; serta satu akademisi yang menilai dari segi materiil persidangan, formil persidangan, serta kreativitas sidang.

Menurut Gangga, delegasi FH UNAIR unggul dari sisi formil persidangan serta saat final setiap meja mengerti akan porsi serta tugasnya dapat membawakan perannya masing-masing. Sehingga, dapat mengantarkan mereka meraih Juara II.

Tidak hanya mendapat predikat Juara II National Moot Court Competition (NMCC) Piala Prof. Soedarto VII saja, delegasi FH UNAIR juga mendapat kategari terdakwa terbaik yang diraih oleh Inas Audah (2018). Hal tersebut melengkapi prestasi yang didapat oleh delegasi FH UNAIR. (*)

Penulis: Febrian Tito Zakaria Muchtar

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu