Dr. Neffrety : Demonstrasi Mahasiswa Harus Beretika

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dr. Neffrety sedang menyampaikan materi didampingi oleh Elni Nainggolan, selaku moderator. (Foto : Pradnya Wicaksana)

UNAIR NEWS – Mengingat banyaknya isu yang meresahkan mahasiswa seperti polemik RUU KUHP dan pro kontra revisi UU KPK, tentunya banyak mahasiswa yang turut menyampaikan aspirasinya melalui demonstrasi di jalan, atau demo.

Mahasiswa sebagai masyarakat yang terpelajar, peran aksi demo tentunya merupakan hal yang vital sebagai kritik terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak etis. Namun tidak jarang, demo tersebut menimbulkan banyak kerugian daripada manfaat.

Dr. Neffrety Nilamsari S.Sos., M. Kes., mengatakan bahwa pesan yang disampaikan mahasiswa dalam sebuah aksi demo seringkali tidak tersampaikan dengan baik. Hal tersebut terjadi karena kurangnya persiapan dan rancunya tujuan peserta aksi tersebut. Kekurangan konsumsi, atau koordinasi pengumpulan massa dan konsep “satu suara satu tujuan” dapat menghambat jalannya aksi.

“Bagaimana bisa didengar oleh masyarakat dan pemerintah, bila kalian sendiri tidak mempersiapkan perlengkapan dan tidak memahami pesan aksimu dengan baik,” ungkap akademisi lulusan UGM itu.

Memiliki sejarah sebagai mahasiswa yang aktif mengikuti aksi demo walaupun menggeluti karir sebagai ahli kesehatan, Dr. Neffrety juga menyayangkan bahwa aksi seringkali tidak diikuti dengan tata krama yang baik. Membuang sampah sembarangan, memanjat ke atas properti seperti pagar merupakan salah satu contoh sikapyang kurang baik menurutnya.

Dalam acara talkshow VOTDEC 2019, ia menjelaskan cara-cara untuk melakukan aksi yang beretika dan ‘eye-catching’ tanpa harus memakan banyak energi dan sesuai dengan identitas mahasiswa yang hidup di era revolusi industri 4.0.

“Persiapan aksi haruslah ‘bondo’, siapkan banner, jangan hanya tulis tangan. Gunakan desain-desain yang menarik, kumpul massa harus efisien, organisir waktu juga, dan jangan mengganggu pengguna jalan,” tuturnya dengan tegas.

Materi yang disampaikan oleh Dr. Neffrety merupakan bagian dari acara Vocational Airlangga Talkshow, Debate, and Essay Comptetition 2019 (VOTDEC 2019) yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Vokasi Universitas Airlangga pada hari Minggu (22/9/2019) di Gedung C Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Acara talkshow itu juga mengundang narasumber yaitu Romiana dan Fandi Achmad, selaku mahasiswa berprestasi Fakultas Vokasi UNAIR dan Chief Technology Officer  ICMC.

Penulis : Pradnya Wicaksana

Editor : Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu