Borong 12 Medali, IPSI UNAIR Raih Juara Umum II pada Tugu Muda Championship

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
FOTO bersama tim IPSI Universitas Airlangga sebagai Juara Umum II di kejuaraan Tugu Muda Championship 2019 pada Minggu, (15/9/2019) kemarin. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali panen prestasi. Sebanyak 14 atlet delegasi IPSI berhasil membawa pulang juara umum II pada Tugu Muda Championship 2019. Kejuaraan pencak silat tingkat nasional itu berlangsung pada Sabtu–Minggu, (14–15/9/2019) di Gor Pandanaran 2019, Semarang.

Sebagai informasi, Tugu Muda Championship merupakan ajang tahunan yang selenggarakan oleh beberapa perguruan silat di Semarang bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora). Pada tahun ini, kejuaraan tersebut diikuti sekitar 1.800 atlet dari berbagai perguruan silat di Indonesia.

Nailatul Muizah sebagai ketua UKM PSHT yang ikut mendampingi atlet selama pertandingan mengatakan bahwa tim IPSI UNAIR telah berjuang cukup keras sejak jauh-jauh hari sebelum keberangkatan hingga saat turnamen. Seluruh atlet berlatih enam kali dalam seminggu untuk memperoleh hasil yang maksimal.

“Hasil tidak mengkhianati usaha, kita mendapatkan Juara Umum II Kategori Dewasa dengan tujuh emas, satu perak, dan empat perunggu. Hanya selisih satu emas dengan peraih Juara Umum I,” katanya.

TIM IPSI Universitas Airlangga menerima penghargaan sebagai Juara Umum II di kejuaraan Tugu Muda Championship 2019 pada Minggu, (15/9/2019) kemarin. (Foto: Istimewa)
TIM IPSI Universitas Airlangga menerima penghargaan sebagai Juara Umum II di kejuaraan Tugu Muda Championship 2019 pada Minggu, (15/9/2019) kemarin. (Foto: Istimewa)

Para atlet dipilih dari seleksi masing-masing UKM beladiri yang ada di UNAIR. Oktasari Atus Solikha, salah seorang atlet peraih emas pada kelas tanding D itu, mengungkapkan pengalamannya selama mengikuti pertandingan. “Saya merasa sangat senang sekali bisa bergabung dengan tim IPSI UNAIR dan mengharumkan almamater. Di sini kita diberi pelajaran agar tidak sombong dan menghargai siapapun lawan kita,” ungkapnya.

“Kekompakan dan kebersamaan yang kita bangun bersama membawa kami naik ke podium sebagai Juara Umum II. Ini kunci sukses kita,” imbuh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2018 itu.

Selain Okta, perolehan medali diperoleh dari banyak atlet lainnya. Perinciannya, Fatna Resty Fannesa (angkatan 2019) sebagai Juara I Kelas B; Rufaida Adya (2017) Juara I Kelas A; Gusti Abdus Salam (2017) Juara I Kelas C; Nidhor Zakariah (2017) Juara I Tunggal; Ardhiyeni Hesti (2018) Juara I Tunggal; Zakiyatul Miskiyah (2018); Erika Nur Azizah (2018) Juara I Ganda; Benitta Biantari (2017) Juara III Kelas C; Khafid Ilmi (2018) Juara III Kelas B; Rahmat Halim Z. (2018) Juara III Kelas E; Ilham Wahyudi (2018) Juara III Kelas A; Wima Setya R. (2017), Ellyzabeth Putri V. (2017); dan Izza Afakarina (2018) memperoleh Juara II Beregu.

Perlu diketahui, Kejuaraan itu menjadi ajang unjuk kebolehan seni bela diri tradisional bagi para atlet IPSI UNAIR. Melalui raihan kemanangan tersebut, IPSI UNAIR semakin optimistis menjuarai berbagai pertandingan yang akan datang. (*)

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor: Feri Feronia Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu