Juara I Olimpiade Kedokteran di Universitas Sriwijaya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ega Rischella (dua dari kiri) dan Salsabila Nabilah Rifdah (dua dari kanan) dalam ajang Medical Competition Scientific Project and Olympiad of Sriwijaya 2019 Kamis (12/9/19) hingga Sabtu (14/9/19) di Universitas Sriwijaya. (Foto: Istimewa)

NEWS UNAIR – Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Ega Rischella dan Salsabila Nabilah Rifdah meraih Juara I di Medical Competition Scientific Project and Olympiad of Sriwijaya 2019 (SPORA 2019).

Medical Competition SPORA 2019 merupakan olimpiade kedokteran tingkat nasional yang pada tahun ini mengangkat tema Urogenitoreproduksi. Kompetisi itu dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, pada Kamis (12/9/19) hingga Sabtu (14/9/19).

Terpilih menjadi delegasi FK UNAIR untuk mengikuti olimpiade kedokteran di regional Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) Wilayah 4 yaitu Regional Medical Olympiad (RMO), dan di nasional yaitu Indonesian Medical Olympiad (IMO) cabang Urogenitoreproduksi, SPORA 2019 menjadi bekal latihan Ega dan Salsa dalam menghadapi perlombaan tersebut.

“Kami pikir, perlombaan ini bisa menjadi latihan bagi kami sebelum IMO 16 Oktober mendatang di Universitas Udayana,” unakap Ega.

Tidak menang dan lolos begitu saja, Ega dan Salsa harus melalui tiga tahap perlombaan yang cukup sulit. Yakni, penyisihan terdiri dari soal MCQ (Multiple Choice Question) dan OSPE (Objective Structural Practical Examination). Lalu semifinal dihadapkan pada OSCE (Objective Structural Clinical Examination) dan slide berjalan. Dan terakhir final yang terdiri dari SOOCA (Student Objective Oral Case Analysis) dan LCT (Lomba Cepat Tepat).

“OSCE merupakan bagian yang paling menegangkan bagi kami, dikarenakan station yang akan kami tempati juga diacak, sehingga kami tidak mengetahui apakah kami mendapat kasus urologi atau obstetri ginekologi,” terang Ega.

“Hal yang paling kami ingat pada babak final ialah disaat skor tim kami masih berada di posisi kedua, kami bisa kembali unggul setelah menjawab tiga pertanyaan terakhir yang bernilai 150 setiap jawaban benar,” tambahnya.

Salsa juga menjelaskan, bahwa UNAIR saat itu berhasil unggul dengan total poin sebanyak 1255,5 poin dibanding Universitas Indonesia dan Universitas Lambung Mangkurat. Kendati banyak izin dalam perkuliahan, Salsa bersyukur atas keberhasilan yang telah didapatkannya.

Alhamdulillah seneng banget. Saat persiapan lomba saya banya izin tidak ikut perkuliahan untuk belajar lomba. Dan Alhamdulillah diberi hasil terbaik oleh Allah,” ujar Salsa.

Mahasiswi dengan segudang prestasi itu berpesan, bahwa keberhasilan ditentukan oleh usaha dan kerja keras. Tidak hanya itu, doa orang tua juga menjadi bekal utama.

“Harus semangat belajar dan usaha maksimal. Jangan minder dulu sebelum lomba jika bersaing dengan FK lain. Karena juara bukan ditentukan oleh siapa yang pintar, namun ditentukan oleh usaha dan kerja keras, serta doa orang tua itu paling mujarab,” pesan Salsa. (*)

Penulis : Ulfah Mu’amarotul Hikmah

Editor : Binti Q Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu