Membatik Colet, Cara FKp UNAIR Pertahankan Fungsi Kognitif Otak Lansia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
TIM Dosen FKP UNAIR membimbing Lansia di Posyandu Klampis Semalang Surabaya Untuk Membatik. (Foto: Muhammad Wildan Suyuti)
TIM Dosen FKP UNAIR membimbing Lansia di Posyandu Klampis Semalang Surabaya Untuk Membatik. (Foto: Muhammad Wildan Suyuti)

UNAIR NEWS – Pemeliharaan fungsi kognitif otak pada masyarakat umur 60 tahun ke atas atau lanjut usia (lansia) harus dijaga dengan baik. Itu sangat penting supaya sistem kognitif mereka bisa berfungsi dengan baik untuk menjaga produktifitas.

Menurut data Departemen Kesehatan RI tahun 2019, Indonesia mengalami peningkatan jumlah penduduk lansia dari 18 juta jiwa (7,56 persen) pada 2010 menjadi 25,9 juta jiwa (9,7persen) pada 2019. Serta, diperkirakan berpotensi terus meningkat pada 2035, berkisar menjadi 48,2 juta jiwa (15,77 persen).

Mengatasi fenomena tersebut, Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar program pengabdian masyarakat di wilayah Posyandu lansia Klampis Semalang, Gang II, Surabaya, pada . Dalam kegiatan itu, Dr. Makhfudli, S.Kep., Ns., M.Ked. Trop., dan Elieda Ulfiana, S.Kep., Ns., M.Kep, dibantu 15 mahasiswa FKP serta kader lansia di Klampis Semalang, Gang II.

Menurut Elieda, kegiatan tersebut diawali dengan pendataan lansia, pemeriksaan kesehatan, dan penyuluhan. Selain itu, dijelaskan terkait pentingnya pemeliharaan fungsi kognitif pada Lansia dan cara memeliharanya.

“Program ini bertujuan untuk membantu hidup lansia supaya lebih berkualitas, salah satunya dengan memelihara fungsi kognitif. Kali ini kami mengajari lansia untuk membatik colet karena memiliki proses identifikasi didalamnya,” jelasnya.

Saat menggambar, lansia akan mengidentifikasi terkait apa yang digambar. Hal tersebut membantu untuk melalui proses yang dinamakan registrasi. Selain itu, terdapat proses memori, yakni menghidupkan ingatan masa lalu lansia perihal benda atau sesuatu yang pernah digunakan maupun ditemui.

Pada dasarnya, membatik butuh aspek konsentrasi tinggi karena harus taat pada pola gambar. Ketika mewarnainya, secara psikologis proses tersebut akan membangkitkan kesenangan tersendiri. Proses di atas merupakan cara untuk memelihara sistem kognitif.

“Membatik juga mampu mempengaruhi psikologis lansia untuk lebih baik karena mereka akan bertemu dengan orang lain. Hal ini menimbulkan efek sosial yang bagus. Selain itu, keuntungan pemeliharaan fungsi kognitif juga dapat mengatasi masalah kepikunan,” pungkasnya.

Faktanya, membatik juga dapat mengasah softskill seperti kesabaran, ketelitian, kreativitas, dan ketelatenan. Kegiatan membatik tersebut merupakan eksekusi dari tahap sebelumnya, yakni pendataan dan penyuluhan yang sudah dilakukan tim dosen FKp dari awal.

Rencana ke depan dilakukan identifikasi kemampuan lansia dalam menjahit, menggambar, dan mewarnai. Lalu, dijadikan produk yang memiliki nilai ekonomis dan mampu menunjang produktivitas pada lansia sembari memelihara fungsi kognitif otak. (*)

Penulis: Muhammad Wildan Suyuti

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu