Tingginya Problem Penyakit Infeksi Inisiasi UNAIR Gelar 5th MCC Workshop

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SEJUMLAH aktivitas dalam workshop Molecular Cell Culture (MCC) pada hari Rabu (11/9/2019) di Lembaga Penyakit Tropik (LPT) Kampus C UNAIR. (Foto: Istimewa)
SEJUMLAH aktivitas dalam workshop Molecular Cell Culture (MCC) pada hari Rabu (11/9/2019) di Lembaga Penyakit Tropik (LPT) Kampus C UNAIR. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Lembaga Penyakit Tropik (LPT) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menggelar workshop Molecular Cell Culture (MCC) yang kelima. Acara berlangsung selama dua hari dari Selasa sampai Rabu (10-11/9/2019) bertempat di Lembaga Penyakit Tropik (LPT) Kampus C UNAIR. Kali ini workshop itu mengangkat tema “Molecular Biology Techniques in Biosciences and Virology”.

Pemilihan tema workshop tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa alasan. Yakni, melihat kebutuhan dan urgensinya. Saat ini penyakit infeksi masih menjadi penyakit dengan prevalensi tertinggi di Indonesia sehingga dibutuhkan teknik-teknik atau metode baru yang lebih modern.

Munculnya metode baru yang lebih modern itu dikenal dengan istilah one step. Metode tersebut lebih efisien daripada metode konvensional atau two step. “Jadi, untuk membuka wawasan terkait bahwa metode atau teknologi itu terus berkembang dan membandingkan metode konvensional dengan modern itu sepeti  apa,” ungkap Laura Navika Yamani S.Si., M.Si., Ph.D., selaku ketua pelaksana the 5th MCC workshop.

Dalam acara itu, Laura mengatakan bahwa sebagai narasumber pertama hadir Prof. Dr. Aryati, dr., MS., Sp.PK(K). Ia merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR. Selanjutnya pada hari kedua, ada Fuad Al Ahwani, S.Pd., M.Si. dari PT Indolab Utama.

“Materi di hari pertama mencakup topik metode Polymerase Chain Reaction (PCR) itu dengan dua cara, konvensional dan modern. Kemudian, itu untuk mengukur secara kualitatif. Jadi, maksudnya untuk melihat keberadaan virus, untuk mendeteksi positif negatif dari virus itu,” terangnya.

“Hari kedua, lebih ke kuantitatif. Jadi, seberapa banyak virusnya ini dalam sampel. Kita menggunakan metode yang namanya Real Time PCR. Jadi, yang hari kedua ini lebih melihat kadar atau konsentrasi virusnya itu sampe seberapa banyak,” tambahnya

PESERTA beserta panitia dalam The 5th MCC Workshop di Lembaga Penyakit Tropik (LPT) UNAIR. (Sumber: Istimewa)
PESERTA beserta panitia dalam The 5th MCC Workshop di Lembaga Penyakit Tropik (LPT) UNAIR. (Sumber: Istimewa)

.

Selain itu, imbuh Laura, peserta bisa melakukan secara hands on. Sehingga peserta bisa langsung mempraktikkan teori yang didapat. Hands on tersebut meliputiekstraksi RNA, One Step Multiplex, PCR, Reverse Transcription PCR, Agarose Gel Elektroforesis, dan Real Time PCR.

The 5th MCC Workshop itu diikuti sebanyak tujuh belas peserta, baik dari Surabaya maupun luar Surabaya. Dari kegiatan tersebut, Laura berharap dunia riset molecular, khususnya di Indonesia, dapat lebih berkembang. (*)

Penulis: Lailatul Fitriani

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu